Tim mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menghadirkan inovasi panel surya  sebagai langkah memulihkan kondisi pascabencana di Desa Mesjid Tuha, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, Aceh.

"Inovasi ini untuk menjawab tantangan transisi energi hijau dan ketahanan infrastruktur di daerah rawan bencana," kata Ketua Tim Mahasiswa Berdampak USK, Yuraddin, di Pidie Jaya, Kamis.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui "Program Mahasiswa Berdampak". Tim ini mengimplementasikan inisiatif bertajuk BANGKIT (Basis Alternatif Nir-emisi Guna Ketahanan Infrastruktur Terbarukan) untuk menyulap Desa Mesjid Tuha menjadi percontohan desa cerdas mandiri energi.


Baca juga: Gampong di Pulo Aceh jadi desa energi berdikari

Dirinya menyampaikan, inisiatif BANGKIT didesain secara holistik untuk memastikan ketersediaan energi, air bersih, hingga kebangkitan ekonomi warga desa pasca bencana. 

Dalam pelaksanaannya, proyek pengabdian ini bertumpu pada empat pilar utama, yakni kemandirian air bersih berbasis internet of things (IoT), menghadirkan sistem filtrasi reverse osmosis (RO) bertenaga panel surya.

"Sistem ini, dibekali sensor IoT yang terintegrasi dengan website desa, sehingga warga khususnya pemuda setempat dapat memantau cadangan air secara real time," ujarnya.

Kemudian, kata Yuraddin, mitigasi bencana kelistrikan, yaitu edukasi dan inspeksi keamanan instalasi listrik di rumah-rumah warga untuk mencegah risiko korsleting lanjutan.

Pilar ketiga, yaitu transformasi digital UMKM desa, yakni berupa pelatihan pemasaran digital (upskilling) bagi kelompok ibu-ibu PKK pelaku UMKM guna mendongkrak kemandirian ekonomi secara online.

Terakhir, pemulihan hunian warga, dengan aksi gotong royong memulihkan area pemukiman warga agar lingkungan kembali aman dan layak huni.

Yuraddin menjelaskan, inovasi ini dirancang agar desa tidak lagi lumpuh saat krisis terjadi. Mereka ingin membuktikan bahwa inovasi seperti panel surya dan IoT bisa diimplementasikan langsung untuk menyelamatkan fasilitas vital desa.

"Ini adalah langkah kecil dari Aceh untuk ketahanan infrastruktur yang berkelanjutan," katanya.

Sementara itu, Keuchik (Kepala Desa) Gampong Mesjid Tuha, Dedy Kuesnedy mengapresiasi dan menyambut baik atas inisiatif mahasiswa USK yang telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat setempat.

"Pascabencana ini, kami memang sangat membutuhkan sinergi berupa ide, tenaga, dan pikiran. Kehadiran program di Desa Mesjid Tuha sangat membantu memulihkan keadaan dan membuat warga kami kembali semangat untuk bangkit," kata Dedy.

Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Dinas Kominfotik Kabupaten Pidie Jaya, Saifuddin menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung inovasi berkelanjutan.

Pemerintah Pidie Jaya, mengapresiasi terobosan yang mahasiswa USK ini, dengan kolaborasi pemanfaatan energi terbarukan dan digitalisasi ini sangat sejalan dengan visi membangun desa  cerdas dan tangguh bencana.

"Kami berharap inovasi di Desa Mesjid Tuha ini bisa terus dijaga dan menjadi contoh bagi gampong-gampong lainnya," demikian Saifuddin.


Baca juga: Perusahaan Malaysia siap investasi panel surya Rp2,1 triliun ke Aceh

Pewarta: Rahmat Fajri

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2026