Simeulue (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simeulue, Provinsi Aceh, melalui Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan memvaksinasi ratusan ternak di kabupaten kepulauan tersebut guna mencegah penularan penyakit.

Kepala Dinas Perkebunan Peternakan, dan Kesehatan Hewan Simeulue Syuhelmi di Simeulue, Rabu, mengatakan vaksinasi tersebut diberikan kepada 920 ekor kerbau dan sapi.

"Tujuan vaksinasi ini sebagai langkah pencegahan agar ternak di Kabupaten Simeulue terhindar dari penyakit menular, di antaranya penyakit ngorok," katanya.

Syuhelmi menyebutkan vaksinasi tersebut dilaksanakan di tiga kecamatan yakni Kecamatan Simeulue Timur, Kecamatan Teupah Tengah, dan Kecamatan Teupah Barat.

"Vaksinasi ternak ini kami dilakukan hanya di tiga kecamatan karena keterbatasan anggaran. Kami juga berupaya vaksinasi tersebut bisa dilakukan di semua ternak di Kabupaten Simeulue," katanya.

Baca: Vaksinasi hewan ternak penting dilakukan, ini manfaatnya

Syuhelmi menyebutkan jumlah ternak kerbau di Kabupaten Simeulue mencapai 18 ribuan ekor. Sedangkan sapi mencapai 6.000-an ekor yang tersebar di 10 kecamatan di kabupaten tersebut.

Untuk tahun ini, kata dia, pihaknya hanya menyediakan vaksin untuk 920 dosis. Vaksin tersebut disebar ke tiga kecamatan, yakni Kecamatan Simeulue untuk sebanyak 270 dosis, Kecamatan Teupah Barat sebanyak 352 dosis, dan Kecamatan Teupah Tengah sebanyak 300 dosis.

"Ada beberapa kendala dalam vaksinasi hewan ternak tersebut, di antaranya hewan ternak dilepasliarkan atau tidak dikandangkan. Kondisi ini menyulitkan petugas melakukan vaksinasi," kata Syuhelmi.

Saldi, peternak di Kabupaten Simeulue, mengapresiasi dan berterima kasih atas program vaksinasi hewan ternak Pemerintah Kabupaten Simeulue. Dengan vaksinasi, hewan ternak mereka kebal dari penyakit.

"Kami berharap program vaksinasi ini terus berlanjut, sehingga hewan ternak bisa terhindar dari penyakit menular yang membahayakan serta dapat menyebabkan kematian," kata Saldi.

Baca: Pemkab Simeulue tangani kerbau yang mati mendadak
 



Pewarta: Ade Irwansah
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026