Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Aceh menyatakan persediaan beras di gudang perusahaan tersebut yang tersebar di 23 kabupaten/kota yakni sebanyak 65 ribu ton cukup untuk memenuhi permintaan hingga awal tahun 2027.

“Artinya, persediaan yang ada tersebut tentu akan terus bertambah, karena kami saat ini terus menyerap hasil panen milik petani melalui mitra Bulog yang tersebar di seluruh daerah,” kata Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Aceh, Budi Sultika, di Banda Aceh, Rabu.

Ia menjelaskan persediaan beras yang ada di gudang Perum Bulog tersebut merupakan hasil panen padi milik petani yang dibeli melalui mitra perusahaan sesuai dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah yakni Rp6.500 per kilogram untuk gabah kering panen (GKP).

Budi merincikan persediaan beras yang ada tersebut untuk memenuhi kebutuhan bantuan pangan dari pemerintah, beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dan bencana serta program lainnya.

Baca: Bulog: Serapan gabah di Aceh capai 50 persen

“Kami terus memastikan persediaan beras di gudang yang tersebar di 23 kabupaten/kota dalam kondisi aman dan mampu untuk memenuhi kebutuhan untuk beberapa bulan ke depan,” katanya.

Pihaknya berharap kepada seluruh masyarakat di Tanah Rencong tidak perlu khawatir terhadap persediaan beras, karena stok yang ada sangat cukup untuk memenuhi permintaan di pasaran.

“Kami juga terus melakukan pemantauan harga di pasar dan jika terjadi gejolak, kami juga terus mengoptimalkan distribusi beras SPHP ke pasar tradisional di Aceh guna memberikan kemudahan bagi masyarakat membeli beras dengan harga terjangkau,” katanya.

Baca: Bulog salurkan bantuan pangan di pulau terluar Aceh

Pewarta: M Ifdhal

Editor : M.Haris Setiady Agus


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2026