Palu, Sulawesi Tengah (Antaranews Aceh) - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno dalam kunjungannya ke Kota Palu, Jumat, menyempatkan diri menziarahi makam pendiri Alkhairaat Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua di kompleks Masjid Alkhairaat.

Ia menziarahi makam Guru Tua didampingi oleh Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dan Ketua Pengurus Besar Alkhairaat Habib Ali bin Muhammad Aljufri. 
   
Sebelum berziarah, Sandiaga bersilaturahmi ke kediaman Habib Ali di Jalan Bakuku No 1, Palu Barat. Ia diterima di balai-balai bambu di halaman rumah Habib Ali.

"Ini bentuk pemulihan trauma," kata Habib Ali kepada Sandiaga sambil mempersilakan dia naik dan duduk di balai-balai.

Sambil bersandar pada sebuah bantal besar, Sandiaga mendengarkan Habib Ali dan Gubernur Sulawesi Tengah menceritakan kejadian gempa yang memicu tsunami dan likuifaksi di Palu, Donggala dan Sigi pada akhir September.

"Saya saat itu sedang berada di Lende dan merasakan guncangan gempa bumi cukup keras karena memang tidak jauh dari pusat," kata Habib Ali.

Sementara Gubernur Longki menuturkan bahwa saat gempa dia sedang berada di Kabupaten Tojo Una-una untuk menjalankan tugas pemerintahan dan langsung memutuskan kembali ke Palu begitu tahu gempa besar mengguncang Kota Palu, Donggala dan Sigi.

Usai silaturahmi dan ziarah, Sandiaga bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke  lokasi likuifaksi di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu.

Di sana, dia berjalan di atas reruntuhan puing bangunan rumah dan berdialog dengan warga sekitar yang menjadi korban.

Sandiaga mengatakan bahwa berdasarkan laporan hanya 20 persen dari 450 keluarga di kelurahan yang selamat dari bencana.

"Kita dapat mengambil hikmah dari musibah ini," katanya.
 

Pewarta: Fauzi

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2018