Keluarga besar pewaris Kerajaan Aceh Darussalam menggelar upacara pengibaran bendera alam pedang, bendera kerajaan dan pemersatu masyarakat Aceh.

Pengibaran bendera alam pedang berlangsung di Istana Darul Ihsan, Istana Kerajaan Aceh Darussalam, di Banda Aceh, Minggu.

Bendera alam pedang merupakan bendera Kerajaan Aceh Darussalam yang sudah ada sejak ratusan tahun silam. Bendera alam pedang dengan warna merah serta bintang dan bulan sabit putih. Di bagian bawah ada pedang, yang juga warna putih.

Upacara pengibaran dipimpin pewaris dan pengemban amanat Kerajaan Aceh Darussalam Tuangku Muhammad (I) ZN Al Haj. 

Para peserta upacara mengenakan baju kebesaran seperti baju adat Aceh. Termasuk mengenakan lencana penghargaan di dada.

Selain keluarga pewaris Kerajaan Aceh Darussalam, peserta upacara juga berasal dari keluarga raja India, Sri Langka, Thailand, Malaysia, serta kerajaan nusantara seperti dari Melayu, Riau.

Upacara diawali laporan komandan upacara kepada pemimpin upacara. Kemudian, enam lelaki, tiga pengibar merah putih dan tiga bendera alam pedang, bersamaan berjalan menuju dua tiang bendera yang dibangun permanen.

Bendera pertama yang dikabarkan adalah merah putih yang diiringi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjut pengibaran bendera alam pedang yang diiringi selawat yang dibawakan sekelompok orang.

Usai pengibaran, pemimpin upacara membacakan maklumat diraja Kerajaan Aceh Darussalam. Maklumat berisi bendera alam pedang merupakan simbol semangat perjuangan penyebaran dakwa Islamiah di Aceh.

Alam pedang sebagai bendera pembawa keislaman, keagamaan, dan adat istiadat, telah dengan nilai filosofis Pancasila sebagai falsafah kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Khairul, ketua panitia pelaksana, mengatakan, pengibaran bendera alam pedang dilaksanakan bersamaan dengan peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriah.

"Alam pedang ini bendera adat istiadat, bendera pemersatu, dan bendera penyemangat masyarakat Aceh. Bendera ini warisan yang sudah ada sejak ratusan tahun silam," kata Khairul.
 

Pewarta: M.Haris Setiady Agus

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2019