Banda Aceh (ANTARA) - Ikatan Masyarakat Aceh di Turki (IKAMAT) terus menjembatani antara Pemerintah Aceh dengan Pemerintah Turki dalam upaya melahirkan berbagai kerjasama yang menyangkut sejarah kebudayaan pendidikan dan pariwisata.

"Kami selaku mahasiswa Aceh di Turki sangat mendukung dan akan membantu semaksimal mungkin untuk mempromosikan Aceh dalam membangun kerjasama," kata Ketua IKAMAT Haykal saat dihubungi dari Banda Aceh, Jumat.

Dia menyebutkan pihak pada awal November lalu mengadakan pameran sejarah dan kebudayaan Aceh di Istanbul Turki, dalam upaya merawat sejarah serta berbagai budaya yang dimiliki daerah tersebut.

Kegiatan itu dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal, serta turut hadir istri Plt Gubernur Aceh Dyah Erti Idawati, Wakil Ketua DPRA Dalimi, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin dan mahasiswa internasional lainnya.

"Pak Iqbal sangat mengapresiasi acara ini, beliau sangat bangga dengan IKAMAT yang telah memenuhi salah satu mimpi beliau yaitu memperkenalkan dan mempererat hubungan Indonesia - Turki melalui ruang sejarah dan budaya," katanya.

Haykal mengatakan pihaknya juga mengajak delegasi Pemerintah Aceh untuk mengunjungi kantor utama Pemerintah Turki, diantaranya Museum Turkish and Islamic Art (TIEM), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Istanbul, dan Fatih Sultan Mehmet Vakf University. 

Kata dia, dalam Museum Turkish and Islamic Art itu Pemerintah Aceh mencanangkan adanya kegiatan Aceh corner serta program studi banding yang membuat petugas museum Aceh bisa belajar di museum Turki tersebut.

"Kalau di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Istanbul, Disbudpar Aceh mencoba memperluas kerjasama agar pameran wisata dan sejarah Aceh bisa dilakukan lagi tahun berikutnya. Pak kepala dinas mengajak kita untuk sama-sama mempromosikan budaya dan wisata Aceh di luar negeri," katanya.

Selain itu, dia menyebutkan hasil kunjungan ke Fatih Sultan Mehmet Vakif University nantinya akan muncul program pertukaran pelajar (student exchange).

Diharapkan universitas-universitas di Aceh dapat mengirim mahasiswa terbaiknya mengikuti program itu.

"Tentu kita sangat senang program yang dihasilkan ini. Semoga ada respon cepat dari Unsyiah, UIN Ar-Raniry, Unimal, UTU, dan beberapa kampus besar lain di Aceh untuk mengambil peluang bagus ini. Bisa dengan pengiriman dosen-dosen maupun mahasiswa," kata dia.

 



Pewarta: Khalis Surry
Editor : Heru Dwi Suryatmojo

COPYRIGHT © ANTARA 2026