Lhokseumawe, 26/4 (Antaraaceh) - Mukhlis SH, yang dilantik sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe mengantikan Royani SH yang dipindah tugaskan ke Kejaksaan Agung, bertekad akan memberantas korupsi di wilayah tugas barunya tersebut.
Ungkapan itu, disampaikannnya kepada sejumlah wartawan usai prosesi lepas sambut antara Kajari Lhokseumawe lama dan baru di aula Setdako Lhokseumawe, Jum’at malam.
Lanjut Mukhlis, upaya pemberantasan korupsi yang harus dilakukan sebagaimana dimaksudkan merupakan salah satu fokus utama penegakan hukum di wilayahnya. adalah dengan melakukan tindakan preventif terlebih dahulu. Karena mencegah lebih baik sebelum korupsi itu terjadi.
“Akan lebih baik jika sebelum tindak pidana korupsi itu terjadi, dilakukan tindakan preventif terlebih dahulu akan bahaya korupsi yang dilakukan dengan langkah-langkah pencegahan. Jangan sampai orang tersakiti dan uang negara lenyap. Sehingga sejak awal harus dicegah jangan sampai terjadi tindak pidana tersebut,” ucapnya.
Tambahnya, selain itu dirinya juga akan mempelajari terhadap berbagai masalah hukum yang ada di Lhokseumawe. Namun, semua persoalan hukum yang menjadi tangung jawab pihak kejaksaan tetap menjadi fokus utama dirinya.
Pada acara lepas sambut yang dihadiri oleh semua unsur Muspida Kota Lhokseumawe tersebut, Royani SH yang dipromosikan menjadi Kasubdit di kejaksaan Agung, memohon maaf sebesar-besarnya selama dirinya bertugas di Lhokseumawe selama dua tahun, jika ada tindakan atau sikapnya yang kurang diterima.
Sementara Mukhlis SH, yang sebelumnya menjabat sebagai KTU di Kejaksaan Tinggi Aceh, dalam kata sambutannya sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak terhadap pelaksanaan tugasnya di Lhokseumawe.
Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya, pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada sebesar-besarnya kepada Royani SH, atas dukungan dan bantuannya selama bertugas di Lhokseumawe dan sangat mengharapkan, agar jangan melupakan Lhokseumawe. Begitu juga kepada Kajari Lhokseumawe yang baru, untuk dapat bersama-sama, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dalam memajukan Lhokseumawe menjadi lebih baik lagi.
Dalam acara lepas sambut tersebut, Majelis Adat Aceh juga melakukan peusijuk (tepung tawar) kepada Kajari Lhokseumawe yang baru. Serta pada kegiatan tersebut disertai juga dengan pemberian bingkisan kenang-kenangan kepada Royani SH yang akan meninggalkan Lhokseumawe dari beberapa unsur Muspida Lhokseumawe.(muchlis)


Editor : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026