"MPR dalam tiga tahun terakhir melakukan sebuah program yakni mengunjungi saudara-saudara kita di perbatasan. Kita telah datang ke Papua, NTT, Kalimatan, dan kini Aceh," kata Wakil Ketua MPR RI Ahmad Farhan Hamid di Banda Aceh, Senin.
Hal tersebut disampaikan Farhan Hamid setelah pertemuan singkat dan jamuan makan siang dengan Gubernur Aceh Zaini Abdullah. Belasan anggota MPR bersama pejabat Kementerian terkait akan mengunjungi Pulo Rondo Kota Sabang yang merupakan salah satu pulau terluar di Aceh.
Selain Pulo Rondo, anggota MPR juga akan mengunjungi masyarakat di sejumlah desa di gugusan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh sebagai salah satu rangkaian kegiatan penguatan nasionalisme Indonesia di perbatasan.
Farhan menjelaskan bahwa prinsip dasar kunjungan ini adalah penguatan nasionalisme yang tidak hanya disebutkan dengan mulut, tapi harus dibuktikan melalui kunjungan langsung ke lapangan.
Karena itu, ia menyebutkan para anggota MPR melakukan kunjungan langsung untuk membuka komunikasi dan menyerap berbagai aspirasi masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan dengan negara-negara tetangga seperti di Kalimantan, Papua dan NTT.
"Perlunya kita melihat langsung untuk menyerap asiprasi dan mengetahui kebutuhan apa yang diperlukan masyarakat Indonesia di perbatasan. Misalnya di Sabang, apa masalah yang menyangkut dengan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS)," kata dia menjelaskan.
Kemudian apa masalahnya yang menyangkut dengan Bea dan Cukai, serta terkait juga Keimigrasian di kawasan Sabang.
"Di Pulo Aceh, anggota MPR juga akan mencari masukan dari masyarakat terkait bagaimana dengan pendidikan anak-anak dan kesehatan serta kesejahtaraan warga di sana, apakah sesuai atau tidak," kata Farhan menjelaskan.
Ia menjelaskan, tujuan itu jangan sampai sebagai warga negara yang baik, tetapi masalah kesejahteraan masyarakat di perbatasan terabaikan. Itu sasaran dari program yang digagas MPR.
"Kita bawa juga teman-teman anggota DPR dan dari Kementerian, yang memiliki kewenangan eksekusi agar memperhatikan rakyat di perbatasan. Kita ada pertemuan dengan presiden dan menteri terkait untuk disampaikan temuan-temuan ini," katanya menambahkan.
Yang paling penting, menurut Farhan adanya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat di perbatasan bisa terealisasikan sehingga dengan cara itu maka nasionalisme mereka bisa terjaga dengan baik.
Pewarta: Pewarta : AzhariEditor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.