Semua ini penting yang dimaksudkan sebagai upaya mencegah dan mengurangi risiko bencana
Meulaboh (ANTARA) - Ketua Dewan Pakar Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Aceh, Dr H Taqwaddin Husin MS mengatakan pentingnya melakukan upaya preventif, mitigatif, edukatif dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana kepada masyarakat.

"Secara siklus, penanggulangan bencana terdiri dari masa prabencana, tahap tanggap darurat, dan kegiatan pascabencana," kata Dr Taqwaddin Husin di Meulaboh, Kamis.

Baca juga: Puluhan disabilitas ikut simulasi evakuasi gempa

Jika masa terjadinya bencana dilakukan berbagai upaya tanggap darurat, berupa evakuasi dan memberi pertolongan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan publik minimal masa panik.

Lalu, masa pasca bencana dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan recovery (pemulihan), rehabilitasi dan rekonstruksi.

Baca juga: Menyiapkan generasi tangguh bencana belajar dari tsunami Aceh

Namun sebetulnya, yang paling penting dilakukan selain tanggap darurat dan masa pemulihan (recovery), yaitu kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi terjadinya bencana.

Menurut Taqwaddin Husin yang juga Koordinator Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Aceh, ada enam unsur yang harus menjadi perhatian semua pihak termasuk pemerintah terkait dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Pertama, berupa pengetahuan kebencanaan. Hal itu penting diintrodusir bagi semua peserta didik dan warga masyarakat agar mereka memahami tanda-tanda alam akan terjadinya bencana.

Kedua, sikap. Dengan adanya pengetahuan yang benar tentang kebencanaan, maka warga masyarakat, utamanya para mahasiswa dan peserta didik lainnya akan memberikan sikap yang tepat berdasarkan pengetahuan Kebencanaan yang telah dipelajarinya.

Ketiga, kebijakan. Hal ini merupakan ranahnya pemerintah atau pimpinan suatu institusi. Artinya, setiap kebijakan yang diterbitkan harus mempertimbangkan aspek kebencanaan.

Keempat, Perencanaan. Ini dimaksudkan semua masyarakat termasuk pemerintah harus memiliki perencanaan menghadapi situasi manakala terjadinya bencana.

Kelima, sistem peringatan dini dan mobilisasi sumberdaya. Sebagai unsur kesiapsiagaan lainnya menghadapi bencana diperlukan adanya sistem peringatan dini dan mobilisasi sumberdaya. Sehingga beberapa saat terjadinya bencana, warga masyarakat sudah mengetahui dan siap menghadapinya.

"Semua ini penting yang dimaksudkan sebagai upaya mencegah dan mengurangi risiko bencana," katanya.

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : Heru Dwi Suryatmojo

COPYRIGHT © ANTARA 2026