Penghargaan lain pemko juga raih inovator pelayanan public dan yang paling membanggakan, secara berturut-turut selama enam tahun termasuk tahun 2014 ini - Pemko Banda Aceh mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pengunaan anggaran APBK dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI.
Begitu juga dengan penerapan sistem E-Kinerja di Balai Kota Banda Aceh yang telah membawa hasil yang maksimal bagi pengawai dalam melayani warga. Kalau dulu, ada pengawai tidak jelas bekerja apa selama berkantor – selama di terapkan E-Kinerja, seorang PNS akan ketahuan apa saja yang dikerjakan dalam satu hari sesuai dengan tugas dan memberi laporan melalui internet ke atasannya yang akan dikontrol oleh atasanya dan juga sampai ke level sekda kota.
Hasil E-Kinerja sangat dirasakan masyarakat kota dalam mengurus berbagai keperluan di Balai Kota Banda Aceh. Seperti pelayanan kantor satu atap yang selama ini memberi pelayanan prima kepada warga - semua pekerjaan terukur, baik biaya maupun waktu yang diberikan kepada semua warga tanpa perbedaan.
Apresiasi tersebut disampaikan anggota DPR Kota Banda Aceh, H Iskandar Mahmud, SH kepada Antaraaceh, kemarin. Prestasi yang terus singgah di kota yang juga ibukota Propinsi Aceh ini, juga menjadi kebanggaan dewan dan masyarakat kota.
“Kami memberi apresiasi kepada Pemko Banda Aceh atas berbagai penghargaan yang diterima selama 10 tahun terakhir ini,” kata anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar yang sudah dua periode jadi anggota parlemen senang.
Menurut H Iskandar Mahmud, prestasi yang diproleh pemko selama duet Mawardi Nurdin – Illiza Sa’aduddin Djamal selama ini lumanyan banyak. Prestasi tersebut diharapkan bisa dipertahankan atau malah dapat ditingkatkan lebih baik di berbagai bidang lain di masa yang akan datang.
Di tengah harapan dipertahankan atau lebih baik, kini justru muncul tanda tanya – apakah setelah ditinggalkan Walikota Mawardi Nurdin bulan Pebruari 2014 lalu – apakah kesolidan roda pemerintahan Kota Banda Aceh ke depan tetap seperti selama ini, lebih baik atau akan menurun.
Meski ada warga yang mempertanyakan tentang kinerja Pemko Banda Aceh ke depan, Iskandar Mahmud masih percaya bawah pemerintah kota tetap masih bisa mempertahankan irama kerja seperti selama ini. Apalagi, kini dewan sedang memproses penganti Mawardi Nurdin yang akan mengganti posisi Wakil Walikota Banda Aceh yang lowong setelah Illiza menjabat sebagai PLT Walikota.
Untuk itu, semua SKPD di Pemko Banda Aceh yang masih diberi kepercayaan dapat bekerja maksimal, sehingga pola kerja dan pencapaian yang diraih sekarang tetap bisa dipertahanakan sampai habis masa kepemimpinan Illiza Sa’duddin Djamal tahun 2017 mendatang.
“Saya berharap PLT Walikota Banda Aceh, Illiza tetap dapat mempertahankan kinerja yang sudah ada dan terus mendulang prestasi di masa yang akan datang,”tutup anggota Komisi B Dewan Kota ini penuh harap.(ADV).
Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.