Meulaboh, 16/8 (Antaraaceh) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, tidak membuka formasi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2014, karena akan memprioritaskan kelulusan honorer K-2.
"Kami sudah sepakat CPNS 2014 di Aceh Barat tidak ada, kita membereskan dulu tenaga honorer K-2 yang belum lulus yang masih ada sekitar 600-an lagi, mungkin 2018 baru ada formasi CPNS," kata Bupati Aceh Barat H T Alaidinsyah di Meulaboh, Sabtu.
Hal itu disampaikan dalam jumpa pers di aula Gedung Komite Nasional Pemuda Indonesia usai gladi resik peringatan HUT ke-69  Kemerdekaan RI yang dihadiri unsur muspida, DPRK, dan Kajari Meulaboh.
Data yang dikeluarkan KemanPAN-RB terdapat 15 kabpaten/kota di Aceh yang mengusulkan formasi CPNS 2014 termasuk Kabupaten Aceh Barat, namun setelah dievaluasi Pemkab Aceh Barat akhirnya memutuskan untuk mundur dan tidak menerima CPNS tahun ini.
Alaidinsyah menegaskan, dirinya dan sekretaris daerah (sekda) sering mendapat ancaman teror dari para honorer K-2, namun keterbatasan mereka tetap saja tidak dapat diloloskan, meski demikian prioritas untuk kelulusan mereka tahun ini bukan karena ancaman tersebut.
"Saya bukan tidak ada kepentingan, ada kepentingan saya disitu karena ada keponakan, kerabat dan sebagainya, karena itu K-2 tetap kita prioritaskan karena sayang mereka sudah honor begitu lama tapi mereka tidak lulus karena keterbatasannya," tegasnya.
Lebih lanjut dikatakan, persoalan verifikasi K-2 sudah dilakukan secara transparan yang dibuktikan ada sebagian mereka yang gugur saat uji publik dan melawan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemerintah karena tidak sesuai kriteria.
Sementara amanat Peraturan Pemerintah (PP) 46 tahun 2011 tentang penghapusan honorarium membuat sempit peluang Honorer K-2 lolos menjadi CPNS, karena jalur pemutihan menjadi PNS sudah tidak berlaku di Indonesia terhitung per 1 Januari 2014.
Alaidinsyah yang akrap disapa Haji Tito ini menyebutkan, ada seribu lebih honorer di Aceh Barat yang mengikuti tes CPNS namun yang lulus hanya 370 orang dan yang tidak lulus mencapai 600-an sementara sebagiaan lain yang sudah lulus akhirnya gugur karena tidak memiliki kelengkapan administrasi.
Kebijakan bersama ini diyakini Alaidinsyah sudah tepat untuk menyelamatkan para honorer K-2, ia meminta masyarakat lain dan khusunya sarjana muda yang berkeinginan mengikuti tes CPNS menanti sampai ada formasi ditahun-tahun berikutnya.
"Bukan kita tidak menerima, tetapi untuk K-2 ini tidak resah kita selesaikan dulu urusan mereka baru kita tambah dan hal ini tidak menyelahi aturan tergantung kita daerah, kalau kita tidak terima nggak masalah," katanya menambahkan.


Editor : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026