Banda Aceh, 1/9 (Antaraaceh) - Koordinator LSM Lembaga Independent Bersih Aceh Selatan (Libas) Mayfendri mendesak aparat penegak hukum segera mengusut dugaan korupsi pengadaan kapal jaring milik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Labuhan Haji yang bersumber dari anggaran Otsus tahun 2011 senilai Rp1,2 miliar.

Pasalnya, Kapal yang seyogiaya diperuntukkan sebagai sarana praktik dan latihan siswa-siswi SMK tersebut, belum sempat dimanfaatkan sudah rusak dan bahkan badan kapalnya sudah terlihat keropos.

“Kapal tersebut pengadaan sumber anggaran Otsus 2011 oleh Dinas Pendidikan Aceh Selatan. Namun sangat disayangkan, belum sempat digunakan sudah rusak, karena diduga pengadaannya terjadi penyimpangan atau tidak sesuai spesifikasi kontrak,” kata Mayfendri di Tapaktuan, Senin.

Karena itu, Mayfendri mendesak aparat penegak hukum segera mengusut indikasi dugaan korupsi pengadaan Kapal tersebut, agar daerah dan masyarakat tidak di rugikan.

Pantauan di lapangan, Kapal jaring SMK yang hingga kini masih di tempatkan di areal kolam labuh Pelabuhan docking Desa Padang Bakau Kecamatan Labuhan Haji, hampir mayoritas lantainya yang terbuat dari kayu, sudah keropos. Demikian juga dinding Kapal tersebut terlihat sudah bolong-bolong yang di perkirakan kayunya sudah seluruhnya keropos.

“Kayu kapal tersebut terlihat hampir seluruhnya sudah lapuk, sehingga jika dioperasikan dikhawatirkan akan mengancam keselamatan para awak kapal serta siswa,” ujarnya.

Ironisnya lagi, kapal jaring yang kabarnya sudah diserah terimakan ke Dinas Pendidikan Aceh Selatan itu hingga kini belum juga dioprasikan hingga rusak dan lapuk sendiri di komplek dermaga / pelabuhan dimaksud.

Mayfendri mengaku miris dengan kondisi kapal jaring SMK Negeri I Labuhan Haji tersebut. Pasalnya, kapal yang seyogianya bisa menjadi sarana penunjang untuk kegiatan latihan dan praktek para siswa SMK Negeri I Labuhan Haji tersebut malah hingga kini belum bisa dimanfaatkan oleh para siswa di SMK dimaksud.

Kontraktor proyek pengadaan Kapal Jaring SMK negeri 1 Labuhanhaji, Musfizar, mengaku kapal jaring tersebut sudah diserah terimakan kepada Kepala Dinas Pendidikan Aceh Selatan saat masih dijabat oleh Karman BA SE.

“Kapal itu sudah kami serah terimakan ke Dinas, Bahkan sudah lewat masa pemeliharaan, kekurangan sudah saya perbaiki, semua sudah selesai. Jadi sekarang tinggal urusan dinas sama sekolah, saya tidak bisa campur tangan lagi,” jelasnya.

Menyangkut adanya sebagian lantai Kapal sudah terlihat rusak dan lapuk, menurutnya itu terjadi akibat tidak dioperasikan. Sebab jika benda bergerak tidak dioperasikan dan hanya dibiarkan dalam kondisi hujan dan panas akan sangat mudah kayu – kayunya rusak dan lapuk.

“Itukan barang bergerak, jika tidak dioperasikan dia lebih cepat rusak karena dibiarkan dalam kondisi panas dan hujan. Jadi bukan salah kita, sebab saat kita serahterimakan kondisinya sudah cukup baik, kalau nggak mana mungkin Dinas terima,” pungkasnya.


Editor : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026