Meulaboh (ANTARA) - PT Mifa Bersaudara melakukan program inisiatif berupa konservasi keanekaragaman hayati, dengan melakukan rehabilitasi lahan bekas tambang menggunakan jenis tanaman Seumantok di lokasi bekas areal tambang batu bara.

Ada pun luas lahan yang saat ini sudah dilakukan penanaman pohon lokal Aceh tersebut kini berada di areal lahan seluas 1,73 Hektare.

“Program ini rangka menunjang keberlangsungan tanaman lokal Aceh yang sudah jarang ditemukan,” kata General Manager Operation PT Mifa Bersaudara, Adi Risfandi di Meulaboh, Jumat.

Ia mengatakan, saat ini revegetasi tanaman jenis Semantok ini masih dilakukan di area uji coba dengan lahan seluas 1,73 Hektare.

Tanaman ini dikembangkan sebagai pengayaan spesies (enrichment spesies) pada lahan yang telah ditanami pohon Sengon Laut sebagai tanaman utama pada reklamasi tahun 2017 lalu.

Pengembangan tanaman Seumantok ini, kata Adi Risfandi, diawali pada awal tahun 2020 di area Reklamasi PT Mifa Bersaudara.

Sedangkan pembibitan dilakukan di area yang ada di Desa Sumber Batu, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, dengan perolehan bibit diambil dengan metode cabutan alam atau sistem puteran.

Ia juga menjelaskan, proses pemeliharaan terhadap tanaman Semantok ini terus dilakukan di area reklamasi mulai dari pemupukan, pembuatan piringan hingga pemberantasan gulma dan hama penyakit. 

“Hingga Juli lalu, ada sekitar 250 bibit tanaman seumantok yang telah ditanam di aera bekas lahan tambang,” kata Adi Risfandi menambahkan.

Pihaknya menegaskan program ini agar dapat terus berlanjut, sehingga keberlangsungan dalam menjaga kelestarian tanaman lokal Aceh dapat berjalan dengan baik, tuturnya.

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026