"Pada September terjadi deflasi sebesar 0,10 persen atau terjadi penurunan indeks harga konsumen (IHK) dari 104.72 pada Agustus menjadi 104.62 pada September," kata Kepala BPS Aceh Ihsanurijal di Banda Aceh, Kamis.
Deflasi terjadi di Aceh atas gabungan tiga wilayah yakni Meulaboh Kabupaten Aceh Barat terjadi inflasi 0,15 persen, Banda Aceh deflasi 0,32 perseb, dan Kota Lhokseumawe inflasi sebesar 0,24 persen.
"Secara agregat Aceh, gabungan tiga kota, pada bulan September mengalami deflasi sebesar 0,10 persen," katanya.
Dia menjelaskan, deflasi di Aceh terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks kelompok pengeluaran seperti kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,49 persen.
Kemudian, lanjut dia, kelompok pakaian dan alas kaki 0,01 persen, kelompok kesehatan 0,04 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,05 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,21 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,30 persen.
"Beberapa komoditas memiliki sumbangan dominan terhadap deflasi antara lain seperti telur ayam ras sebesar 0,07 persen dan udang basah 0,05 persen," katanya.
Sedangkan, komoditas semangka, emas perhiasan, ikan tongkol masing-masing 0,03 persen, bawang merah dan cabai merah 0,02 persen dan ikan kakap merah, cabai rawit, serta pisang sebesar 0,01 persen, katanya lagi.
"Deflasi tertinggi terjadi di Kota Banda Aceh, dan Kota Tanjung Pinang masing-masing sebesar 0,32 persen. Deflasi terendah terjadi di Kota Bukittinggi sebesar 0,01 persen," kata Ihsanurijal.
Sedangkan kelompok yang mengalami inflasi seperti kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar rumah tangga 0,01 persen, sama halnya dengan kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan, rutin rumah tangga.
"Sedangkan kelompok transportasi 0,18 persen, kelompok pendidikan 1,66 persen, dan kelompok penyediaan makanan dan minuman 0,04 persen," ujarnya.
Pewarta: Khalis SurryUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.