“Pemerintah Aceh siap menyesuaikan diri dengan program BKPM. Pada dasarnya, Aceh sudah lama menunggu koordinasi ini dan kami sangat berterima kasih atas inovasi serta akselerasi percepatan yang akan kita lakukan, karena kolaborasi efektif di antara kita itu sangat diperlukan," kata Nova di Jakarta, Selasa.
Pernyataan itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penyusunan Peta Peluang Investasi Proyek Prioritas Strategis yang Siap Ditawarkan di Sektor Pariwisata, Pengembangan Kawasan, Industri yang Terintegrasi dengan Kawasan, Infrastruktur Penunjang Kawasan Tahun Anggaran 2020 yang diselenggarakan secara virtual oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Dalam kesempatan tersebut, Nova meminta Kepala Bappeda Aceh dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, untuk merespon hal tersebut dengan sebaik-baiknya.
Menurut Nova, Aceh memiliki Kawasan Ekonomi khusus (KEK) Arun yang terletak di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara. Begitu pula dengan kepemilikan proyek yang sudah dibentuk, yakni berada di bawah naungan PT Patriot Nusantara Aceh.
"KEK Arun ini di bawah konsorsium PT Pelindo, PT Pertamina, PT Pupuk Iskandar Muda dan BUMD. Sementara milik Pemerintah Aceh namanya PT Pema," kata Plt Gubernur.
Nova juga mengatakan proyek investasi berbasis program di Aceh yakni kawasan Pelabuhan dan perdagangan bebas Sabang yang dikelola Badan Pengusaha Kawasan Sabang (BPKS), serta Pelabuhan Malahayati, di Aceh Besar.
"Kita sangat menanti-nanti kerja sama yang baik melalui BKPM, ada investor yang mau berinvestasi di Sabang," katanya.
Kemudian ada pula investasi berbasis kawasan yang saat ini sedang dikembangkan Pemerintah Aceh, yakni Kawasan Industri Aceh (KIA) di Ladong, Aceh Besar dan kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja di Banda Aceh, yang letaknya sangat strategis di Ibu kota Provinsi Aceh.
"Karena investasi dalam Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja adalah berkaitan dengan sektor perikanan," ujarnya.
Nova menilai, penyusunan program investasi prioritas strategis yang dibahas dalam rakor tersebut, sangat berkaitan dengan apa yang ada di Aceh.
Dia berharap semua proses ini segera dapat terealisasi demi kemajuan perekonomian Aceh.
Pewarta: Muhammad IfdhalUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.