"Gunakan dana otsus dengan tepat sasaran, jaga mutu bangunan karena itu adalah uang rakyat," katanya dalam pertemuan dengan jajaran Pemkot Lhokseumawe di Lhokseumawe, Senin.
Gubernur yang didampingi sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) meninjau proyek-proyek pembangunan yang didanai APBA dan otsus 2014 di Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Bireuen, Pidie Jaya, Pidie, Aceh Besar dan Banda Aceh.
Lebih lanjut, gubernur menjelaskan hanya Provinsi Aceh dan Papua yang memperoleh dana otsus setiap tahunnya dari Pemerintah Pusat. Khusus untuk Aceh, dana otsus tersebut akan berakhir hingga 2027.
Selain itu, Zaini juga meminta agar dana otsus tidak digunakan dibanyak tempat, namun dapat dialokasi dua atau tiga proyek tapi bisa berguna untuk jangka panjang bagi upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur juga menjelaskan tinjauan terhadap proyek tersebut untuk melihat langsung progres kerja pembangunan yang dananya bersumber dari otsus dan APBA. Jangan sampai ada proyek yang tidak sesuai perencanaan sehingga penggunaannya juga tidak tepat sasaran.
"Tinjauan ini penting untuk memastikan pembangunan bisa tercapai dengan baik, pelayanan kesehatan juga harus memberikan kenyamanan kepada masyarakat," kata gubernur Zaini Abdullah menjelaskan.
Gubernur juga mengatakan bahwa fungsi pemerintah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, bukan sebaliknya birokrat minta dilayani oleh rakyat. Dan masyarakat adalah orang terdepan yg memilih gubernur, bupati dan wali kota serta para.
Dipihak lain, gubernur menyatakan jika pembangunan terminal gas Arun selesai dan beroperasi maka mampu mempekerjakan ribuan orang. "Harapan kita dengan beroperasinya terminal gas itu dapat mengurangi angka pengangguran di Aceh," katanya menambahkan.
Sementara keuntungan bagi daerah dari terminal gas itu yakni mendapatkan manfaat melalui jalur pipa yang dibangun dari Aceh Utara hingga ke Belawan, Sumatera Utara. Khusus untuk Aceh mendapatkan 30 persen, sedang PT Pertamina 70 persen dari proyek terminal gas tersebut.
Pewarta : Azhari
Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.