Banda Aceh, 3/10 (Antaraaceh) - Anggota DPR Aceh Bardan Sahidi meminta pemerintah setempat segera menangani ruas badan jalan Aceh Tengah-Gayo Lues yang tertimbun longsor sehingga transportasi di wilayah tengah provinsi itu lancar kembali.
"Kita berharap kepedulian instansi terkait segera mengatasi ruas jalan yang longsor itu sehingga transportasi darat masyarakat dari Aceh Tengah hingga ke Kutacane bisa lancar kembali," katanya di Banda Aceh, Jumat.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menjelaskan longsor ruas jalan itu terjadi akibat hujan deras mengguyur wilayah tengah Aceh beberapa waktu lalu.Bahkan, di beberapa titik badan jalan terputus.
Sejauh ini, Bardan menilai belum ada tanda-tanda perbaikan sebagai upaya memperlancar kembali arus transportasi orang dan barang ke wilayah tengah di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.
Ruas jalan yang dinilai cukup parah terdampak longsor itu yakni di desa Tensaren, Kecamatan Pantan Cuaca kabupaten Gayo Lues.
"Sudah terjadi sepekan. Namun belum mendapat penanganan yang berarti. Hanya ada dua alat berat excavator dan beko yang didatangkan dari Takengon dan Blangkejeren.Mustahil dapat diselesaikan dengan material longsoran tanah dan bebatuan yang begitu banyak," katanya menjelaskan.
Bahkan, Bardan Sahidi menyatakan prihatin apa yang dialami rombongan calon jemaah haji Gayo Lues yang harus berjalan kaki dengan medan berlumpur akibat kondisi jalan tertimbun longsor saat itu.
Terkait usulan jalan alternatif yakni melalui Kota Medan (Sumut) untuk warga Aceh Tenggara dan Gayo Lues yang hendak ke Banda Aceh, Bardan menyatakan hal tersebut tidak menguntungkan para pengguna jalan mengingat jarak tempuh yang panjang dan memakan waktu lebih lama.
"Pengalihan jalur melalui Medan akan sangat merugikan pengguna jalan karena jarak tempuh dan waktu yang panjang," kata dia.
Untuk itu, Bardan Sahidi meminta instansi terkait segera menuntaskan penyelesaian pembangunan jalan yang menghubungkan Takengon (Aceh Tengah) dengan Blangkejeren (Aceh Tenggara), bahkan bila memungkinkan ikut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.


Editor : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026