Pasalnya, badan jalan di kawasan Gunung Alur Naga tersebut telah rusak parah karena konstruksi tanahnya turun. Kerusakan badan jalan tersebut telah beberapa kali dilakukan upaya perbaikan oleh pihak terkait dengan cara menimbunnya, namun tetap saja tidak bertahan lama.
Kepala Desa Batu Itam Alfian Syafran di Tapaktuan, Selasa mengatakan, upaya perbaikan selama ini oleh pihak terkait dengan cara menimbun badan jalan lintasan provinsi yang menghubungkan Tapaktuan - Medan (Sumut) dinilai tidak membuahkan hasil.
Menurut dia, tanah timbunan yang diangkut untuk meratakan badan jalan hanya bertahan selama beberapa minggu saja, setelah itu badan jalan tersebut kembali turun, sehingga pekerjaan proyek semacam itu dianggap hanya sia-sia dan menghamburkan uang daerah.
"Jika untuk mengatasi persoalan jalan rusak itu dengan cara ditimbun tanah maka proyek itu kami anggap akan sia-sia dan hanya menghamburkan anggaran daerah. Sebab tidak bertahan lama setelah itu kembali turun konstruksi tanahnya dan setelah itu jalan kembali rusak,” kata Alfian.
Menurutnya, satu-satunya solusi untuk menyelesaikan terkait persoalan jalan rusak di Gunung Alur Naga Desa Batu Itam tersebut adalah, Pemerintah harus membangun Jembatan Layang sepanjang 100 meter seperti yang telah di kerjakan di ruas jalan lintasan Provinsi Desa Rotteungoh Kecamatan Meukek.
“Dulu persoalan jalan rusak yang terjadi di Desa Rotteungoh Kecamatan Meukek tersebut, sama persis seperti yang sedang terjadi di ruas jalan Gunung Alur Naga Desa Batu Itam, yakni sama-sama badan jalannya turun karena konstruksi tanah di bawahnya kosong, sehingga seberapapun material tanah timbunan yang di angkut tetap saja tidak bertahan lama,” ungkap Alfian.
Namun, sambung Alfian, setelah di bangun Jembatan Layang di ruas jalan Desa Rotteungoh Kecamatan Meukek pada tahun 2010 lalu sampai sekarang tidak terjadi lagi persoalan jalan rusak di daerah itu, sehingga membuktikan bahwa satu-satunya solusi untuk menyelesaikan jalan rusak yang kontruksi tanah dibawahnya kosong sehingga mengakibatkan badan jalan turun adalah harus di bangun Jembatan Layang.
Alfian mengharapkan kepada Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Selatan segera merealisasikan pembangunan Jembatan Layang di ruas jalan Gunung Alur Naga.
Karena, akibat terjadi kerusakan ruas jalan tersebut selama ini sangat mengganggu transportasi pengendara kendaraan dari arah Tapaktuan - Medan maupun sebaliknya.
“Bahkan tidak sedikit pengendara yang melewati ruas jalan tersebut mengalami kecelakaan. Karena konstruksi badan jalannya yang turun kedalamannya tergolong sudah sangat dalam yakni mencapai 1 sampai 2 meter. Para pengendara yang melewati ruas jalan tersebut selama ini terpaksa harus ekstra hati-hati dengan memperlambat laju kendaraan,” tandasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Aceh Selatan, Tuwanku Bahrumsyah ST mengatakan, ruas jalan yang rusak di Gunung Alur Naga Desa Batu Itam Kecamatan Tapaktuan tersebut merupakan lintasan provinsi yang menghubungkan Tapaktuan – Medan, sehingga yang bertanggungjawab untuk mengatasi persoalan itu adalah pihak provinsi bukan pihak kabupaten.
“Itu merupakan ruas jalan lintasan Provinsi, yang berwenang dan bertanggungjawab untuk itu adalah pihak Provinsi, Kabupaten tidak ada kewenangan untuk mengatasinya,” ujarnya singkat.
Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026