Banda Aceh, 1/12 (Antaraaceh) - Provinsi Aceh mengalami inflasi sebesar 1,35 persen pada November 2014 atau lebih rendah dibanding inflasi secara nasional yang mencapai 1,5 persen.

"Inflasi 1,35 persen ini merupakan agregat inflasi yang terjadi di tiga kota besar di Provinsi Aceh," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Hermanto di Banda Aceh, Senin.

Dari tiga kota besar tersebut, kata dia, inflasi tertinggi terjadi di Kota Lhokseumawe mencapai 1,6 persen. Sedangkan Kota Banda Aceh inflasi sebesar 1.28 persen dan Kota Meulaboh mengalami inflasi 1.08 persen.

Sedangkan laju inflasi tahun kalender di Provinsi Aceh hingga November 2014, kata dia, mencapai 5,98 persen. Sedangkan laju inflasi tahun kalender di Kota Banda Aceh sebesar 5,52 persen, Kota Lhokseumawe 6,46 persen, dan Kota Meulaboh 6,95 persen.

Untuk inflasi "year on year" atau November 2014 terhadap November 2013, sebut dia, untuk Provinsi Aceh mencapai 6,66 persen. Sedangkan Kota Banda Aceh sebesar 6,18 persen, Kota Lhokseumawe 7,08 persen, dan Kota Meulaboh 7,86 persen.

Hermanto menyebutkan untuk Kota Banda Aceh inflasi disebabkan kenaikan harga pada kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 4,15 persen. Bahan makanan inflasi sebesar 1,76 persen.

Kemudian, papar Hermanto, perumahan, air listrik, gas, dan bahan bakar lainnya dengan inflasi sebesar 0,61 persen. Berikutnya, kelompok kesehatan inflasi 0,10 persen.

"Serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi 0,03 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga tidak mengalami perubahan indeks. Sedangkan kelompok sandang mengalami deflasi sebesar 0,50 persen," kata Hermanto.

Sementara, sebut dia, dari 96 jenis barang dan jasa yang mengalami perubahan harga untuk Kota Banda Aceh pada November 2014, 53 jenis di antaranya menunjukkan kenaikan harga dan 42 lainnya mengalami penurunan harga.

Sedangkan beberapa komoditas yang memberi andil tinggi terhadap inflasi antara lainnya bensin sebesar 0,65 persen, cabai merah 0,2 persen, tongkol 0,13 persen, serta jeruk, semen, pepaya, dan angkutan antarkota sebesar 0.04 persen.

"Kenaikan BBM terhadap inflasi memang cukup berdampak. Dampak yang dirasakan hingga dua atau tiga bulan. Setelah itu, inflasi diperkirakan kembali normal," kata Hermanto.

Pewarta : M Haris SA


Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026