"PKAB ini kita harapkan yang terutama menjadi pelestari budaya, karena budaya-budaya lokal saat ini sangat rawan dari pengaruh budaya asing, selain itu juga menjadi ajang silaturahmi para budayawan, seniman di Aceh," katanya di Meulaboh.
PKAB untuk perdana dilakukan Kabupaten Aceh Barat tersebut dalam rangka memperingati hari Ulang Tahun ke-426 Meulaboh dan ke-69 Kabupaten Aceh Barat serta peringatan gempa tsunami 26 Desember 2004.
Reza Falevi menyampaikan, dalam ajang silaturahmi tersebut seluruh seniman dan budayawan dapat saling bertukar pendapat terutama dalam mendiskusikan pengembangan budaya serta menampilkan budaya yang selama ini terpendam.
Sementara itu Wakil Bupati Aceh Barat Rachmad Fitri HD menambahkan, PKAB akan menjadi agenda tahunan untuk wilayah ini yang tujuan utama adalah mengangkat marwah Aceh Barat yang dikenal memiliki beragam kebudayaan.
"PKAB akan kita laksanakan setiap tahun, momen ini sangat penting karena dalam bulan Desember ini banyak nilai sejarah, seperti hari jadi Meulaboh, hari jadi Aceh Barat juga ada peringatan gempa tsunami Aceh," sebutnya.
Lebih lanjut dikatakan, tidak kalah penting dalam PKAB ini menjadi pendorong partisipatif masyarakat, budayawan serta seniman dalam pelestarian budaya melalui adanya ruang kreasi yang diberikan pemerintah daerah.
Dipihak lain anggota DPR Aceh Zuriat Suparjo menyampaikan, diselengarakannya PKAB tersebut bisa dibilang Aceh Barat mengembalikan kejayaannya dalam pentas seni yang sudah belasan tahun fakum.
"Sudah lebih 18 tahun Aceh Barat tidak menyelengarakan "Piasan Raya", seperti inilah awal kebudayaan waktu itu, maka hal seperti ini harus mampu dipertahankan," tegasnya.
Anggota DPRA daerah pemilihan barat selatan itu menyampaikan, tidak menutup kemungkinan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) akan diadakan di wilayah Aceh Barat apabila melihat dari antusias masyarakat di kawasan ini.
Pada acara pembukaan PKAB Aceh Barat ini diawali dengan rangkain drama bencana tsunami, kemudian disusul atraksi drama tokoh perjuangan Teuku Umar dan Tcut Nyak Dhien.
Editor : Antara Aceh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.