Meulaboh, 6/1 (Antaraaceh) - Badan SAR Nasional (Basarnas) meminta masyarakat yang berada di kawasan barat selatan Aceh untuk mewaspadai ancaman bencana alam banjir dan tanah longsor menyusul tingginya intensitas curah hujan di wilayah itu.
Koordinator Pos Basarnas Meulaboh  Rahmad Kenedy di Meulaboh, Selasa mengatakan, di kawasan barat selatan memiliki sangat rawan kebencanaan seperti longsor dan banjir kiriman dan terdeteksi paling rawan adalah Kabupaten Aceh Selatan.
"Jadi tidak salahnya kalaupun sudah pengalaman masyarakat kita ajak untuk waspada dan mengetahui apa tindakan yang harus dilakukan sebelum tim resque datang kelokasi," katanya.
Pos Basarnas Meulaboh sendiri yang membawahi delapan kabupaten senantiasa memperispkan segala sesuatunya untuk terjun ke lapangan bila bencana alam datang tiba-tiba, baik mengevakuasi warga terjebak banjir maupun tertimbun tanah longsor.
Selain itu yang perlu dikhawatrikan masyarakat pesisir barat Aceh dalam masa transisi pergantian musim (pancaroba) adalah terjadinya badai yang mampu merusak rumah ataupun bangunan seperti yang pernah terjadi.
Potensi bencana alam lain mengintip kawasan tersebut adalah gempa bumi serta terseret arus laut karena gelombang tinggi ataupun terseret arus sungai, sebab sebagai manusia hanya dapat melakukan pengurangan resiko bencana.
"Potensi bencana bukan hanya diawal tahun ini, tapi sejak bulan September sampai Desember 2014 sudah diprediksi adanya potensi bencana karena curah hujan yang sangat tinggi, saya minta warga antisipasilah sebelum kerugian melanda kita," imbuhnya.
Pada saat bersamaan juga  Rahmad Kenedy menyampaikan, tim Basarnas Aceh juga ikut dilibatkan dalam pencaharian korban pesawat Air Asia QZ8501 yang jatuh di perairan laut Kalimatan Tengah.
Dari Pos Basarnas Aceh mengirimkan empat orang penyelam dan satu diantaranya adalah perempuan yang memiliki kualifikasi dikirim sejak hari kelima diketahui lokasi jatuhnya pesawat tersebut.
Kata dia, empat rekannya yang memiliki kualifikasi menyelam itu dikirim bukan hanya untuk membantu akan tetapi hal tersebut merupakan beban moral karena memang merupakan tugas utama Basarnas.
"Dari Aceh ada empat orang penyelam yang dikirim mencari korban pesawat Air Asia, kita berharap operasi ini berjalan dengan baik dengan hasil yang memuaskan, karena ini khusus pekerjaan Basarnas," katanya menambahkan.


Editor : Antara Aceh

COPYRIGHT © ANTARA 2026