Banda Aceh, 2/1 (Antara) - Asisten Kota Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) KMW Aceh Taufiqqurrahman mengatakan peran perempuan dalam PNPM harus ditingkatkan.

"Memang, partisipasi perempuan selama ini dalam PNPM sudah ada, tetapi harus terus ditingkatkan, hingga bisa pada tahap pengambil kebijakan," kata Taufiqqurrahman di Banda Aceh, Kamis.

Karena itu, kata dia, pihaknya terus menyosialisasikan agar bagaimana para perempuan bisa meningkatkan perannya dalam melaksanakan PNPM, terutama di desa masing-masing.

Misalnya, kata dia, Kecamatan Krueng Barona, Kabupaten Aceh Besar, peran perempuan dalam melaksanakan PNPM cukup bagus. Jika dipersentasekan, perannya mencapai 42 persen.

"Namun begitu, peran mereka belum masuk ke tahap pengambil kebijakan. Inilah yang terus kami dorong agar mereka mampu bersaing dengan lelaki," kata  Taufiqqurrahman.

Di Kecamatan Krueng Barona, Kabupaten Aceh Besar, kata dia, pemerintah mengucurkan dana PNPM Rp1,45 miliar. Sebesar Rp1,377 miliar di antaranya bersumber dari APBN, sisanya dari pemerintah kabupaten.

"Dana PNPM ini diperuntukkan kepada 12 gampong atau desa di Kecamatan Krueng Barona Jaya. Setiap desa mendapat Rp75 juta hingga Rp200 juta. Besarannya jumlahnya tergantung jumlah penduduk miskin di setiap desa," katanya.

Menurut dia, dengan adanya alokasi dana untuk PNPM diharapkan partisipasi perempuan dalam melaksanakan program pengentasan kemiskinan tersebut meningkat, sehingga sejajar dengan laki-laki.

"Setidaknya, pada 2014 ini ada perempuan menjadi pengambil keputusan kebijakan dalam pelaksanaan PNPM di setiap desa di Kecamatan Krueng Barona, Aceh Besar ini," kata Taufiqqurrahman. (M Haris SA)


Editor :

COPYRIGHT © ANTARA 2026