Ketua PGRI Aceh Ramli Rasyid

Banda Aceh, 14/1 (Antaraaceh) - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengecam keras pemukulan seorang guru SMK Negeri I Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh yang dilakukan oleh oknum mantan  pejabat di kota tersebut.

"Itu  jelas perilaku arogan seorang mantan pejabat dan tentunya tidak pantas untuk ditiru, apalagi tindakan tersebut di pertotonkan didepan anaknya sendiri dan siswa lainnya," kata Ketua PGRI Aceh Ramli Rasyid di Banda Aceh, Rabu.

Ditegaskan, perbuatan arogan oknum tersebut menyerupai perilaku  preman dan sungguh tidak pantas dilakukan oleh seorang mantan pejabat.

Untuk itu, Ramli meminta kepada aparat hukum supaya menindak tegas oknum pejabat tersebut, sehingga perilaku seperti itu tidak terulang di masa akan datang.

"Saya berharap aparat kepolisian tegas, jangan pilih kasih dalam penegakan hukum. Apalagi yang menjadi korban adalah seorang guru sehingga tabiat buruk sang oknum sangat tidak bisa diterima oleh siapapun di Aceh terutama kalangan pendidik," katanya menambahkan.

Ramli Rasyid juga meminta kepada semua pihak untuk mengawal agar kasus pemukulan guru itu tidak berhenti di tengah jalan.

"Jika kasus itu berhenti maka akan menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan.Mari semua orang tua murid di Aceh menghormati para guru, janganlah kita sebagai orang yang justeru merusak semua aturan dan tatanan sekolah yang dibuat guru terhadap peserta didik," kata dia.

Selain itu, PGRI juga meminta kepada Pemerintah daerah supaya melindungi guru di daerahnya sesuai dengan amanah pasal 39 Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen.

"Undang-undang itu dengan tegas menyatakan, pemerintah, pemerintah daerah, institusi pendidikan dan organisasi profesi berkewajiban memberikan perlindungan kepada guru dalam melaksanakan tugasnya," kata dia.

Kasus itu, ia menilai berawal saat guru di SMK Negeri I tersebut menegu salah satu siswanya bersepeda motor jika tidak menggunakan kelengkapan atributnya.

"Teguran itu tidak bisa diterima dan siswa tersebut pulang dan melaporkan kepada orang tuanya. Kemudian orang tuanya mendatangi sekolah dan memukul guru tersebut," kata Ramli Rasyid.

Pewarta: Pewarta : Azhari
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026