Pemerintah perlu mengenjot sektor di luar non migas agar pertumbuhan ekonomi dapat meningkat dan upaya menyejahterakan masyarakat dapat terwujud
Banda Aceh, 9/2 (Antaraaceh) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh menyarankan agar Pemerintah Aceh mengoptimalkan sektor perdagangan, pertanian dan pariwisata untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di provinsi itu.

"Pemerintah Aceh perlu mengoptimalkan potensi ekonomi di sektor non minyak dan gas dan jangan selalu bergantung pada sector tersebut," kata Kepala BPS Aceh Hermanto di Banda Aceh, Senin.

Ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi Aceh yang dihitung dengan minyak dan gas pada tahun 2014 tumbuh melambat 1,65 persen dibanding tahun 2013 sebesar 2,83 persen.

"Pemerintah perlu mengenjot sektor di luar non migas agar pertumbuhan ekonomi dapat meningkat dan upaya menyejahterakan masyarakat dapat terwujud," katanya.

Ia menyebutkan Perekonomian Aceh tahun 2014 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp130,45 triliun dan PDRB perkapita mencapai Rp26,59 juta.

Selain dengan Migas, pertumbuhan pertumbuhan ekonomi Aceh tanpa migas juga terjadi perlambatan yakni dari 4,40 persen pada 2013 menjadi 4,13 pesen pada tahun 2014.

"Memang secara nasional pertumbuhan ekonomi juga tumbuh melambat termasuk Aceh yang salah satunya akibat faktor cuaca sehingga juga berdampak pada sektor ekonomi salah satunya pertanian," katanya.

Pihaknya berharap agar pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dapat mengoptimalkan sektor-sektor non migas sehingga berbagai potensi ekonomi di provinsi ujung paling barat Indonesia itu tumbuh signifikan.

Pewarta: Pewarta : Muhammad Ifdhal
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026