Tapaktuan (ANTARA Aceh) - Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh menjali kerjasama dalam rangka pengembangan sumber daya manusia yang lebih maju dan berkembang.
Kerjasama itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra SH dan Rektor UIN Ar-Raniry Prof DR Farid Wajdi Ibrahim, MA di Banda Aceh, Sabtu (28/2) yang bersamaan denagn wisuda 804 sarjana program doktor, magister, sarjana dan ahli madya tahun akademik 2014-2015.
Kepala Bagian (Kabag) Humas Setdakab Aceh Selatan Suhasmi S.Sos MM mengatakan, kerjasama ini meliputi peningkatan sumber daya manusia, pengembangan ilmu, pengabdian masyarakat dan program pembangunan Aceh Selatan ke depan.
“Kegiatan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Daerah dengan UIN Ar-Raniry merupakan kali pertama dilakukan dan ini merupakan sebuah gebrakan baru,†kata Suhasmi mengutip pernyataan Kasubbag kerjasama kelembagaan UIN Ar-Raniry T Syahrijal SPdi, MPd.
Rektor Farid Wajdi Ibrahim menyatakan, dalam waktu jangka pendek, setelah duduk berkoordinasi dengan Pemkab Aceh Selatan, lembaga yang dipimpinnya itu segera akan menyeleksi jalur masuk perguruan tinggi melalui Undangan Seleksi Masuk Universitas (USMU) untuk puluhan lulusan SLTA di Aceh Selatan sekaligus diberikan beasiswa dan pengembangan PNS, karena lembaga tersebut kini mengasuh 40 program studi termasuk Prodi baru Ilmu Sosial dan Pemerintahan.
Program ini, kata Rektor, akan lebih baik lagi jika Pemkab Aceh Selatan juga ikut memberikan program beasiswa seperti yang pernah dilakukan oleh Pemko Subulussalam.
Bupati Sama Indra selaku pribadi dan masyarakat Aceh Selatan merasa sangat dihargai dengan telah terlaksananya penandatangan Nota Kesepahaman dengan UIN tersebut, karena penandatanganan MoU dihadapan senat terbuka jarang bahkan belum pernah dilakukan oleh Pemerintah daerah lainnya di Aceh.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sama Indra juga menyatakan, dari ratusan lulusan yang diwisuda tersebut, salah seorangnya merupakan putra terbaik Aceh Selatan yang berasal dari kawasan terpencil dan terisolir Kemukiman Bulohseuma, Kecamatan Trumon.
Bupati berjanji, nanti akan memanggil secara khusus mahasiswa yang bersangkutan guna melihat prestasi akademiknya sekaligus untuk diberikan perhatian khusus tentu sesuai dengan kemampuan dan keinginan yang bersangkutan.
“Di hadapan pejabat dan anggota rapat senat terbuka, Bupati telah menyatakan akan memanggil mahasiswa asal Bulohseuma itu, untuk diberikan perhatian secara khusus dan serius. Namun tentunya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah dan kemauan atau keinginan dari yang bersangkutan sendiri,†kata Suhasmi mengutip pernyataan Bupati.
Kerjasama itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra SH dan Rektor UIN Ar-Raniry Prof DR Farid Wajdi Ibrahim, MA di Banda Aceh, Sabtu (28/2) yang bersamaan denagn wisuda 804 sarjana program doktor, magister, sarjana dan ahli madya tahun akademik 2014-2015.
Kepala Bagian (Kabag) Humas Setdakab Aceh Selatan Suhasmi S.Sos MM mengatakan, kerjasama ini meliputi peningkatan sumber daya manusia, pengembangan ilmu, pengabdian masyarakat dan program pembangunan Aceh Selatan ke depan.
“Kegiatan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Daerah dengan UIN Ar-Raniry merupakan kali pertama dilakukan dan ini merupakan sebuah gebrakan baru,†kata Suhasmi mengutip pernyataan Kasubbag kerjasama kelembagaan UIN Ar-Raniry T Syahrijal SPdi, MPd.
Rektor Farid Wajdi Ibrahim menyatakan, dalam waktu jangka pendek, setelah duduk berkoordinasi dengan Pemkab Aceh Selatan, lembaga yang dipimpinnya itu segera akan menyeleksi jalur masuk perguruan tinggi melalui Undangan Seleksi Masuk Universitas (USMU) untuk puluhan lulusan SLTA di Aceh Selatan sekaligus diberikan beasiswa dan pengembangan PNS, karena lembaga tersebut kini mengasuh 40 program studi termasuk Prodi baru Ilmu Sosial dan Pemerintahan.
Program ini, kata Rektor, akan lebih baik lagi jika Pemkab Aceh Selatan juga ikut memberikan program beasiswa seperti yang pernah dilakukan oleh Pemko Subulussalam.
Bupati Sama Indra selaku pribadi dan masyarakat Aceh Selatan merasa sangat dihargai dengan telah terlaksananya penandatangan Nota Kesepahaman dengan UIN tersebut, karena penandatanganan MoU dihadapan senat terbuka jarang bahkan belum pernah dilakukan oleh Pemerintah daerah lainnya di Aceh.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sama Indra juga menyatakan, dari ratusan lulusan yang diwisuda tersebut, salah seorangnya merupakan putra terbaik Aceh Selatan yang berasal dari kawasan terpencil dan terisolir Kemukiman Bulohseuma, Kecamatan Trumon.
Bupati berjanji, nanti akan memanggil secara khusus mahasiswa yang bersangkutan guna melihat prestasi akademiknya sekaligus untuk diberikan perhatian khusus tentu sesuai dengan kemampuan dan keinginan yang bersangkutan.
“Di hadapan pejabat dan anggota rapat senat terbuka, Bupati telah menyatakan akan memanggil mahasiswa asal Bulohseuma itu, untuk diberikan perhatian secara khusus dan serius. Namun tentunya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah dan kemauan atau keinginan dari yang bersangkutan sendiri,†kata Suhasmi mengutip pernyataan Bupati.
Uploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.