Jakarta (ANTARA Aceh) - Wakil Presiden Jusuf Kalla diminta dapat ikut menghadiri muktamar yang bakal digelar Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) pada bulan April 2015, dengan tujuan mengembangkan perekonomian syariah di Tanah Air.
"Kami mau membuat muktamar bulan April, dan kami mengundang Wapres untuk bisa hadir," kata Ketua Umum DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam Bambang Brodjonegoro, setelah menemui Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden di Jakarta, Selasa.
Menurut Bambang yang juga merupakan Menteri Keuangan itu, muktamar tersebut bertujuan terutama untuk mengembangkan pendidikan di bidang keuangan syariah.
Ia mengungkapkan, advokasi yang dilakukan pihaknya lebih banyak untuk perguruan tinggi, baik itu perguruan tinggi reguler maupun perguruan tinggi Islam.
Ketika ditanya mengenai potensi ekonomi syariah, Bambang menjawab potensi itu besar tetapi tingkat ekonomi umat juga perlu diberdayakan.
Sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan, kaum muda di Tanah Air seperti yang terhimpun dalam Pelajar Islam Indonesia (PII) perlu siap dalam menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.
"Masa depan adalah milik anak muda," kata Hidayat Nur Wahid dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (18/2).
Sebagaimana diwartakan, Hidayat dikunjungi oleh Pengurus Besar PII yang dijadwalkan bakal menggelar Kongres XIX PII di Medan, Sumatera Utara, 4-9 Mei 2014.
Menurut dia, anak-anak muda Thailand sejak beberapa tahun yang lalu sudah dididik dengan kuat untuk menyambut MEA 2015 antara lain dengan belajar Bahasa Indonesia.
"Bila banyak anak muda Thailand mampu belajar Bahasa Indonesia maka kelak yang menyerbu Indonesia tidak hanya ayam bangkok, jambu bangkok, namun juga anak-anak muda Bangkok," katanya.
Untuk itu diharapkan agar kader PII mampu menguasai bahasa asing agar bisa bersaing dengan bangsa lain.
"Kami mau membuat muktamar bulan April, dan kami mengundang Wapres untuk bisa hadir," kata Ketua Umum DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam Bambang Brodjonegoro, setelah menemui Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden di Jakarta, Selasa.
Menurut Bambang yang juga merupakan Menteri Keuangan itu, muktamar tersebut bertujuan terutama untuk mengembangkan pendidikan di bidang keuangan syariah.
Ia mengungkapkan, advokasi yang dilakukan pihaknya lebih banyak untuk perguruan tinggi, baik itu perguruan tinggi reguler maupun perguruan tinggi Islam.
Ketika ditanya mengenai potensi ekonomi syariah, Bambang menjawab potensi itu besar tetapi tingkat ekonomi umat juga perlu diberdayakan.
Sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan, kaum muda di Tanah Air seperti yang terhimpun dalam Pelajar Islam Indonesia (PII) perlu siap dalam menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.
"Masa depan adalah milik anak muda," kata Hidayat Nur Wahid dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (18/2).
Sebagaimana diwartakan, Hidayat dikunjungi oleh Pengurus Besar PII yang dijadwalkan bakal menggelar Kongres XIX PII di Medan, Sumatera Utara, 4-9 Mei 2014.
Menurut dia, anak-anak muda Thailand sejak beberapa tahun yang lalu sudah dididik dengan kuat untuk menyambut MEA 2015 antara lain dengan belajar Bahasa Indonesia.
"Bila banyak anak muda Thailand mampu belajar Bahasa Indonesia maka kelak yang menyerbu Indonesia tidak hanya ayam bangkok, jambu bangkok, namun juga anak-anak muda Bangkok," katanya.
Untuk itu diharapkan agar kader PII mampu menguasai bahasa asing agar bisa bersaing dengan bangsa lain.
Pewarta: Pewarta : Muhammad Razi RahmanUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.