Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Kota Banda Aceh menjadi tuan rumah kejuaraan nasional (kejurnas) bridge, olahraga olah pikir menggunakan kartu, yang digelar 9 hingga 16 Mei 2015..

Ketua Umum Pengurus Provinsi Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Pengprov Gabsi) Syahrul di Banda Aceh, Jumat, mengatakan, kejurnas tersebut akan diikuti tim dari seluruh kota di Indonesia.

"Kejurnas ini akan diikuti sekitar 1.000 atlet bridge dari seluruh Indonesia. Termasuk juara dunia bridge dari Manado, Sulawesi Utara, serta atlet bridge profesional lainnya. Kejurnas dipusatkan di Gedung AAC Dayan Dawood, Kampus Darussalam," kata Syahrul.

Kejurnas ini, kata dia, khusus mempertandingkan kejuaraan antargabungan kota se Indonesia, yang terdiri Kelas A dan Kelas B. Kelas A merupakan kelas bergengsi diikuti 16 tim terbaik. Sedangkan Kelas B diikuti seluruh tim bridge dari kabupaten/kota se Indonesia.

"Dari Aceh, ada dua tim masuk Kelas A, yang Kota Banda Aceh dan Kota Lhokseumawe. Kelas A menganut sistem degradasi. Enam tim posisi terbawah terlempar ke Kelas B. Dan enam tim terbaik Kelas B masuk ke Kelas A," kata dia.

Selain itu, sebut Syahrul, dalam kejurnas ini juga akan digelar kejuaraan bridge memperebutkan Piala Gubernur Aceh, Piala Wali Nanggroe, Piala Wali Kota Banda Aceh. Para juara diberikan piala, medali, dan uang pembinaan.

"Kejurnas ini merupakan kesempatan kepada atlet Aceh berkompetisi di tingkat nasional. Kejurnas ini dilaksanakan sesuai standar bridge internasional dan bisa disaksikan secara online melalui jaringan internet," kata Syahrul.

Menyangkut target tim Aceh, kata Syahrul, tentu harapannya juara. Namun, melihat tangguhnya tim lain, paling tidak dua tim Aceh di Kelas A bisa bertahan di kelompok bergengsi tersebut.

"Kami juga berharap tiga tim Aceh di Kelas B, yakni Bireuen, Aceh Besar, dan Sabang bisa meraih enam besar, sehingga promosi ke Kelas A. Apalagi saat ini wakil Pulau Sumatra di Kelas A hanya Banda Aceh dan Lhokseumawe," kata dia.

Didampingi pengurus Pengprov Gabsi Aceh, Syahrul mengatakan, kejurnas tersebut akan menjadi ajang mempromosikan pariwisata Aceh. Oleh karena itu, pihaknya mengajak semua pihak mendukung suksesnya Kejurnas Bridge 2015.

"Ini kejurnas bridge yang kedua digelar di Aceh. Pertama digelar pada 1994 dan sukses digelar. Kami berharap kejurnas ini juga sukses serta memberi dampak positif kepada pariwisata Aceh," kata Syahrul.



Pewarta: Pewarta : M Haris SA
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026