"Bukannya sesumbar, dengan meratanya kekuatan atlet bridge Aceh di tingkat masional, Insya Allah satu emas milik Aceh nantinya di PON 2024," kata Ketua Umum Pengurus Provinsi Gabsi Aceh Said Zulhasri di Banda Aceh, Selasa.
Menurut Said Zulhasri , cabang olahraga brigde dipastikan akan dipertandingkan PON XXI tahun 2024, di mana Aceh menjadi tuan rumah bersama Sumatera Utara.
Ia mengatakan bridge akan dipertandingkan kembali setelah gagal di pertandingkan di PON Papua tahun lalu. Pihaknya juga tidak mengetahui alasan bridge dicoret di PON Papua.
Pada PON XIX Jabar 2016, tim bridge Aceh mampu bercokol di peringkat enam dari delapan tim peserta PON.
"Setelah PON Jabar, Pengprov Gabsi Aceh terus berbenah mempersiapkan atlet-atlet tangguh masa depan,"ujar Said Zulhasri.
Hasilnya, pasangan bridge Aceh meraih emas dan tim Aceh juara tiga pada Kejuaraan Bridge Internasional Kuching Malaysia pada 2019. Kemudian, satu pasangan Aceh lolos sebagai finalis pada kejurnas di Jakarta pada Desember 2019, walau akhirnya berada pada peringkat 11 nasional.
Menghadapi PON 2024, Said Zulhasri mengatakan atlet Aceh sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri.
"Kami sudah melihat kekuatan lawan, tentunya kami juga sudah mengetahui bagaimana kekuatan kami sampai saat ini, sudah menyiapkan strategi-strategi agar lebih unggul," ungkap Said Zulhasri.
Said Zulhasri mengatakan Pengurus Provinsi Gabsi Aceh akan mengirimkan tim ke turnamen internasional Royal Lake Club Kuala Lumpur Malaysia, Oktober mendatang.
"Semoga tim Aceh dapat mempersembahkan prestasi puncak. Tim Aceh sudah solid, tinggal penambahan uji coba dengan lawan yang kuat dan tangguh," pungkas Said Zulhasri.
Pewarta: Muhammad HSAEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.