Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Sebagian besar peralatan dan alat tangkap ikan nelayan di Kabupaten Aceh Utara, masih didominasi alat tangkap sederhana, sehingga mempengaruhi produktivitas ikan tangkap di kawasan tersebut.
Kepala Seksi Prasarana Tata Ruang Kelautan dan Pelabuhan pada Dinas Perikanan Kabupaten Aceh Utara Thamrin, Kamis di Lhokseumawe mengatakan, umumnya boat (perahu motor) sebagai armada tangkap yang digunakan oleh nelayan Aceh Utara, mesin berukuran kecil antara 3 sampai 5 GT. Sedangkan untuk ukuran armada tangkap yang besar mulai dari 10 hingga 30 GT, jumlahnya sangat kecil.
Untuk armada tangkap yang dominan tersebut, memiliki daya gerak yang sangat terbatas dengan wilayah jelajah hanya sampai 5 Mil dari pantai. umumnya pula, armada dimaksudkan banyak digunakan sebagai perahu pancing dan jaring.
Thamrin menambahkan, dengan keterbatasan ukuran dan juga teknologi armada tangkap tersebut, tentu akan menyulitkan bagi nelayan dalam menghasilkan ikan dalam jumlah banyak. Sedangkan potensi ikan di wilayah perairan Aceh Utara sangat besar.
Sementara itu, alat tangkap secara umum yang digunakan oleh nelayan Aceh Utara antara lain, pukat pantai, pukat kantong, jaring insang dan pancing. Sementara untuk jaring Purse Seine, hanya digunakan oleh perahu ukuran besar antara 10 hingga 30 GT, ungkap Thamrin.
Dia mengatakan di Aceh Utara terdapat sebanyak sembilan kecamatan yang merupakan wilayah berbatasan langsung dengan pantai. sedangkan jumlah nelayan secara keseluruhan di wilayah Aceh Utara sebanyak 7.339 nelayan. Jumlah alat tangkap secara keseluruhan sebanyak 5.545 unit. Sementara jumlah produksi ikan tangkap di wilayah Aceh Utara sebanyak 20.313.80 ton per tahun.
Kepala Seksi Prasarana Tata Ruang Kelautan dan Pelabuhan pada Dinas Perikanan Kabupaten Aceh Utara Thamrin, Kamis di Lhokseumawe mengatakan, umumnya boat (perahu motor) sebagai armada tangkap yang digunakan oleh nelayan Aceh Utara, mesin berukuran kecil antara 3 sampai 5 GT. Sedangkan untuk ukuran armada tangkap yang besar mulai dari 10 hingga 30 GT, jumlahnya sangat kecil.
Untuk armada tangkap yang dominan tersebut, memiliki daya gerak yang sangat terbatas dengan wilayah jelajah hanya sampai 5 Mil dari pantai. umumnya pula, armada dimaksudkan banyak digunakan sebagai perahu pancing dan jaring.
Thamrin menambahkan, dengan keterbatasan ukuran dan juga teknologi armada tangkap tersebut, tentu akan menyulitkan bagi nelayan dalam menghasilkan ikan dalam jumlah banyak. Sedangkan potensi ikan di wilayah perairan Aceh Utara sangat besar.
Sementara itu, alat tangkap secara umum yang digunakan oleh nelayan Aceh Utara antara lain, pukat pantai, pukat kantong, jaring insang dan pancing. Sementara untuk jaring Purse Seine, hanya digunakan oleh perahu ukuran besar antara 10 hingga 30 GT, ungkap Thamrin.
Dia mengatakan di Aceh Utara terdapat sebanyak sembilan kecamatan yang merupakan wilayah berbatasan langsung dengan pantai. sedangkan jumlah nelayan secara keseluruhan di wilayah Aceh Utara sebanyak 7.339 nelayan. Jumlah alat tangkap secara keseluruhan sebanyak 5.545 unit. Sementara jumlah produksi ikan tangkap di wilayah Aceh Utara sebanyak 20.313.80 ton per tahun.
Pewarta: Pewarta : MukhlisUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026