Lhokseumawe  (ANTARA Aceh) - Ratusan massa dari Front Pembela Islam (FPI), santri dan masyarakat melakukan aksi damai menuntut agar kafe  di kawasan Cunda, Kota Lhokseumawe, ditutup, karena diduga menjadi tempat maksiat.

Massa FPI dan santri yang datang ke lokasi kafe yang terletak di pinggiran Sungai Krueng Cunda kompleks Cunda Plaza, tiba di lokasi Rabu sekitar pukul 15.00 WIB.

Selain itu, disusul masyarakat sekitar terutama kaum ibu dan langsung duduk berzikir di depan kafe tersebut.

Tgk Muslim Attahiri, Ketua FPI Aceh dan juga pimpinan pondok pesantren Darul Mujahidin Lhokseumawe, meminta kepada pemilik kafe supaya segera menutup tempat hiburan tersebut, karena selama ini telah disalahgunakan sebagai tempat maksiat.

Oleh karena itu, massa meminta kepada pemilik kafe secara baik-baik, supaya segera menutup kafenya. Jika tidak pihaknya mengancam akan menutup paksa.

Karena menurut dia, praktek maksiat dan mengabaikan hukum Syariat Islam di Aceh sama dengan menentang negara, karena aturannya merupakan produk undang-undang negara.

Begitu juga dengan sikap arogansi hingga pelecehan terhadap petugas Wilayatul Hisbah yang juga merupakan perangkat pemerintah daerah, dinilai merupakan pembangkang negara karena melawan petugas dan tidak ingin Syariat Islam berlaku di Aceh.

Pihaknya juga meminta kepada kepolisian supaya menyelidiki kasus penghadangan yang disertai penampakan senjata kepada petugas WH, agar dapat diproses secara hukum serta siapa pelakunya.

"Apakah anggota TNI, Polri atau sipil bersenjata lainnya yang ingin mengotori dan membekingi kegiatan yang berlawanan dengan Syariat Islam di Aceh," katanya.

Dalam aksi damai itu tidak sampai terjadi tindakan anarkhis. Massa hanya duduk di depan kafe serta berzikir kemudian ditambah dengan orasi serta meminta pemilik kafe untuk segera menutupnya.    

Sekitar pukul 16.00 WIB, massa baru membubarkan diri, dan kembali dengan menggunakan kendaraan roda empat, berkeliling Kota Lhokseumawe.

Sebelumnya, petugas Wilayatul Hisbah pernah dihadang pengunjung kafe serta menampakkan senjata api dipinggang, ketika ingin melakukan penertiban maksiat di lokasi itu.



Pewarta: Pewarta : Mukhlis
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026