Meulaboh (ANTARA Aceh) - Masyarakat pedalaman Gampong (desa) Pasie Raja, Kecamatan Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat, terkendala akses jalan untuk memasarkan produksi pertanian mereka.

Tuha Peut (tokoh adat) Gampong Pasie Raja Syabudin di Meulaboh, Jumat mengatakan, sarana infrastruktur jalan menuju ataupun keluar dari perkampungan belum dibangun secara permanen, sehingga mengalami kesulitan untuk memasarkan produksi pertanian.

"Setiap Musrembang kecamatan selalu saya sampaikan, sejak disahuti 3,5 tahun lalu sampai saat ini belum ada realisasinya. Selama ini kalau ada hasil pertanian seperti hasil panen padi terpaksa dibawa dengan pundak petani ke tempat mesin pengilingan," katanya.

Syabudin menyampaikan, untuk menuju pemukiman masyarakat pedalaman itu hanya bisa dengan perjalanan kaki ataupun kendaraan roda dua. Sebelum memasuki kawasan Gampong Pasie Raja pengguna jalan harus melintasi jembatan terbuat dari kontruksi kayu dan ikatan tali besi dengan panjang sekitar 150 meter.

Selain itu kondisi dua jembatan semi permanen menuju daerah pedalaman di Gampong Tuwi Buya ditemukan sudah mengalami rusak berat sehingga kendaraan roda empat sulit tembus menuju pemukiman masyarakat lain.

Jalan sepanjang 4,5 kilometer menuju pemukiman penduduk sejumlah desa kawasan ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah sehingga masyarakat tidak terganggu dalam perekonomiannya.

"Mayoritas masyarakat di sini adalah bertani namun saat ini sudah ada juga yang mencari kerja sampingan mencari batu alam, sama saja kalau jalan di sini belum ada kapan masyarakat merasakan hidup sejahtera," imbuhnya.

Lebih lanjut Syabudin menyampaikan yang paling mendesak saat ini adalah jembatan gantung penghubung kawasan pedalaman tersebut sebelum adanya korban jiwa dari anak-anak mereka karena terjatuh ke dalam sungai di saat menuju sekolah.

Dua unit jembatan semi permanen dikawasan itu sudah mulai rapuh karena terbuat dari kontruksi kayu, sehingga kendaraan roda empat yang menuju kawasan ini harus ekstra hati-hati agar tidak terjatuh ke dalam sungai.

Salah seorang pengguna jalan Rahmad Ozer mengatakan, dirinya merasa prihatin dengan kondisi kehidupan masyarakat serta sarana infrastruktur terutama fasilitas jembatan dan jalan tembus antara desa kawasan setempat.

"Jujur saja kondisi ini sangat memperihatinkan karena sudah lama negara Indonesia merdeka tapi masyaralat disini seperti belum menikmatinya, mudah-mudahan pemerintah daerah serius membangun infrastruktur disini," katanya.



Pewarta: Pewarta : Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026