Tapaktuan (ANTARA Aceh) - Menyambut bulan suci Ramadhan 1436 H, harga Cabai merah yang dijual di Pasar Inpres Tapaktuan menlonjak dratis. Sejak dua pekan terakhir harga Cabai merah tembus Rp 35.000/Kg.

Ibu-ibu rumah tangga mengaku kerepotan menghadapi lonjakan harga Cabe merah yang kian “pedas”. Tidak hanya Cabe merah, sayur-mayur juga mengalami kenaikan yang signifikan. Suasana menghadapi bulan puasa, masyarakat Aceh Selatan dilanda melonjaknya harga kebutuhan hidup.

“Dua hari lalu harga Cabe berkisar Rp 35.000 per kilogram. Saya beli hari ini di kedai terdekat tembus Rp 40.000. Jangan-jangan beberapa hari lagi bisa mencapai Rp 50.000 per kg. Gawat, sudah kesulitan ekonomi harga kebutuhan pokokpun melonjak,” ujar seorang warga Samadua, Rosmala di Tapaktuan Kamis (21/5).

Keterangan yang dihimpun dari beberapa warga, menyebutkan meroketnyaa harga Cabe di Aceh Selatan sejak beberapa hari lalu, telah mengakibatkan para ibu rumah tangga dan pengusaha rumah makan mengeluh.

“Kenaikan harga Cabe dan kebutuhan pangan lainnya mengakibatkan Warung Nasi rugi.  Untuk menyiasati persoalan itu pemilik warung terpaksa harus mengurangi menu makanan atau menaikkan harga Nasi. Sebab jika tidak dinaikkan bakalan tidak dapat untung,” ujar salah seorang pemilik warung Nasi di kawasan objek wisata Air Dingin Sawang.

Pihaknya berharap Pemerintah daerah segera melakukan menitoring atau pengawasan pasar, sehingga para pedagang tidak melakukan spekulasi harga kebutuhan pokok menjelang bulan Puasa.

“Kami minta Dinas teknis terkait, segera melakukan pengawasan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan sayur-sayuran. Sebab di Aceh Selatan sekarang ini bukan saja harga cabe merah yang meningkat tajam tetapi sayur mayur  ikut juga naik,” ucapnya.

Melonjaknya harga cabe merah dipasaran diakui oleh salah seorang pedagang asal Sumatera Utara di Pasar Inpres Tapaktuan bernama, Delima Boru Saragih.

Menurutnya, sejak dua pekan lalu harga Cabe merah mengalami kenaikan drastis. “Sebelumnya harga cabe merah kami jual Rp 25.000 per kilogram. Namun hari ke hari harganya terus melonjak hingga tembus Rp 38.000 per/kg. Selain cabe merah, harga cabe rawet, cabe hijau, bawang, tomat, wortel dan lain-lain juga terus meroket,” sebutnya.

Menurut Delima, harga cabe merah seebsar itu menjelang bulan Puasa belum mencapai puncaknya. Dia memprediksi harga Cabe merah bisa naik lagi menjelang bulan Puasa dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Saya meyakini harga Cabe merah bisa naik lagi dalam beberapa hari kedepan menjelang Puasa. Perkiraan saya, harga Cabe tembus Rp 45.000 sampai Rp 50.000 per/kg” ungkapnya.

Hal senada juga dikemukakan Marzubi pedagang asal Samadua di Pasar Inpres Tapaktuan.

Dia mengatakan, lonjakan harga bukan permainan para pedagang, tetapi terukur dari harga pembelian atau permodalan. Menurutnya, faktor kenaikan harga kebutuhan pokok itu dipicu karena menyambut bulan Ramadhan.

“Sebab produksi panen petani masih stabil di kawasan Berastagi Sumatera Utara. Apa yang harus kita perbuat jika harga pembelian terus menanjak tentunya pedagang harus menyesuaikan dengan harga pasar,” jelasnya.



Pewarta: Pewarta : Hendrik
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026