Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tarmilin Usman mengharapkan wartawan di provinsi ujung barat Indonesia itu harus profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.

"Wartawan profesional ini merupakan wartawan yang menjunjung kode etik jurnalistik dan memiliki pengetahuan memadai. Karena itu, saya mengharapkan wartawan Aceh harus profesional," kata Tarmilin usman di Banda Aceh, Senin.

Pernyataan tersebut dikemukakan Ketua PWI Aceh Tarmilin Usman pada pelatihan jurnalistik yang mengangkat tema meningkatkan profesionalisme wartawan Aceh dalam menghadapi perubahan global.

Tarmilin mengatakan, wartawan profesional itu bukanlah wartawan yang selalu mengantung kartu pers atau menenteng kamera. Atau pun wartawan yang selalu mewawancarai ketika bersua pejabat.

Wartawan profesional itu, kata dia, adalah wartawan yang terus menerus melakukan tugas jurnalistiknya. Dan tugas jurnalistik tersebut disampaikan melalui media massa tempatnya bekerja.

"Kapasitas dan profesionalisme wartawan inilah yang harus terus ditingkatkan. PWI Aceh terus mendorong wartawan untuk terus meningkatkan profesionalismenya," kata Tarmilin Usman.

Sementara itu, Aldin Nl, ketua panitia pelatihan, mengatakan pelatihan peningkatan profesionalisme wartawan diikuti 30-an wartawan dari seluruh Provinsi Aceh.

"Pelatihan ini menghadirkan sejumlah wartawan senior sebagai pemateri. Materi yang disampai di antaranya kode etik jurnalistik, dan sebagainya," kata dia.

Aldin menyebutkan, pelatihan peningkatan profesionalisme wartawan tersebut terlaksana atas kerja sama PWI Aceh dengan Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Aceh.

"Pelatihan ini merupakan upaya PWI Aceh untuk meningkatkan kapasitas dan profesional wartawan Aceh, terutama dalam menghadapi masyarakat ekonomi Asean," kata Aldin Nl yang juga Sekretaris PWI Aceh.



Pewarta: Pewarta : M Haris SA
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026