Tapaktuan (ANTARA Aceh) - Pelaksanaan pasar murah oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Dan Koperasi UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Aceh Selatan dinilai sangat membantu meringankan beban masyarakat, meskipun hanya dibuka di empat titik, yakni di Kecamatan Meukek, Tapaktuan, Pasie Raja dan Kecamatan Kluet Utara.

Ini terlihat dari antusias masyarakat lapisan bawah atau kurang mampu menyerbu di titik lokasi tempat pasar murah digelar pada hari pertama yaitu di Kecamatan Meukek. Meukek merupakan lokasi perdana gelar pasar murah yang direncanakan berlangsung selama empat hari, yaitu sejak Senin (8/6) hingga Kamis (11/6).

Menurut Kepala Disperindagkop Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM), Ridwansyah,SE, Senin (8/6), hari selanjutnya pasar murah akan digelar berturut-turut di Tapaktuan, Pasie Raja dan Kluet Utara. Adapun kebutuhan yang dijual meliputi kebutuhan sehari-hari yang diprioritaskan terkait menjelang bulan suci ramadhan 1436 H/2015.

Barang-barang yang dijual yaitu meliputi tepung terigu, gula pasir, minyak goreng dan telur ayam, yang  dijual dengan harga disubsidi, rata-rata Rp.1.500/kg. Seperti tepung terigu, di pasaran berharga Rp.8.000/kg disubsidi Rp.1.500/kg, atau harga di pasar murah menjadi Rp.6.500/kg. Begitu juga gula pasir, di pasaran Rp.14.000/kg, di pasar murah Rp.12.500/kg. Sementara minyak goreng curah di pasaran Rp.10.000/liter, di pasar murah Rp.8.500/liter. Kecuali itu, telur ayam mendapat subsidi Rp.4.500/papan (30 butir), yaitu di pasaran Rp.36.000/papan, di pasar murah Rp.31.500/papan.

Menurut Ridwansyah,SE, disetiap titik lokasi pasar murah pihaknya menempatkan sejumlah petugas guna melayani masyarakat yang membutuhkan bahan-bahan yang diperlukan untuk memenuhi tuntutan hidup menjelang bulan suci Ramadhan. Selain itu juga telah menyebar luaskan informasi keberadaan pasar murah melalui Kepala Gampong (Kepala Desa).

Untuk itu dirinya tidak mengharapkan ada pihak-pihak yang tergolong mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk juga berbelanja di pasar murah, sebab pasar murah itukhusus diperuntukkan bagi lapisan masyarakat kurang mampu. Namun dirinya merasa yakin tidak bakal ada yang melakukan hal itu, sebab jumlah perbelanjaanpun dibatasi.

“Jatah untuk setiap pembelian dibatasi hanya khusus untuk yang kurang mampu,” katanya.



Pewarta: Pewarta : Hendrik
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026