Blangpidie (ANTARA Aceh) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tahun 2015 melakukan gerakan pengembangan penangkaran benih padi unggul non hibrida seluas 70 hektare dalam rangka menyahuti program swasembada pangan nasional.
"Program ini kita lakukan dalam rangka menyahuti program pemerintah pusat yang bahwa Indonesia harus swasembada pangan nasional," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Abdya Maswadi di Blangpidie, Senin.
Di sela-sela acara gerakan penanaman padi penangkaran di Desa Alu Dama, Kecamatan Setia, ia menambahkan, pada tahun 2015 ini pihaknya melakukan gerakan pengembangan penangkaran benih padi unggul non hibrida seluas 70 hektare menggunakan sumber anggaran APBA 2015.
Ia menyatakan, program penangkaran benih unggul tersebut bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Aceh. Lokasi pengembangan berada di 4 kecamatan, yakni di Kecamatan Kuala Batee, Blangpidie, Susoh dan Kecamatan Setia.
Kemudian, dari 4 kecamatan tersebut terdapat 5 kelompok tani yang diberikan kepercayaan oleh pemerintah untuk mengelola penangkaran dengan cara dilakukan pembinaan kepada anggota kelompok tani oleh Dinas Pertanian tentang tatacara penangkaran benih unggul yang bermutu.
"Jadi, program penangkaran ini dilakukan langsung oleh kelompok tani. Kita bina mereka tentang tata cara penangkaran benih padi yang bermutu, supaya, ke depan penangkaran dapat kita kembangkan lebih luas lagi," katanya.
Ia menambahkan, program penangkaran benih padi unggul non hibrida yang bersertipikat sebagai wujud penentuan varietas yang cocok dengan kondisi Agroklimat. Oleh karena itu, pada tahun depan program penangkaran di Abdya akan dikembang menjadi 2.000 hektare.
"Insyaallah, tahun depan luas areal penangkaran kita tambah menjadi 2.000 hektare. Jadi, dengan adanya penangkar benih padi di Abdya ini dapat menjaga kelangkaan benih di kawasan pantai barat selatan Aceh," katanya.
Maswadi juga mengemukakan, Kabupaten Abdya merupakan salah satu wilayah di Provinsi Aceh, memiliki potensi pengembangan padi sawah dalam skala besar, karena jumlah lahan sawah basah di Abdya mencapai
8.904 hektare belum termasuk lahan pertanian kering.
"Program ini kita lakukan dalam rangka menyahuti program pemerintah pusat yang bahwa Indonesia harus swasembada pangan nasional," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Abdya Maswadi di Blangpidie, Senin.
Di sela-sela acara gerakan penanaman padi penangkaran di Desa Alu Dama, Kecamatan Setia, ia menambahkan, pada tahun 2015 ini pihaknya melakukan gerakan pengembangan penangkaran benih padi unggul non hibrida seluas 70 hektare menggunakan sumber anggaran APBA 2015.
Ia menyatakan, program penangkaran benih unggul tersebut bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Aceh. Lokasi pengembangan berada di 4 kecamatan, yakni di Kecamatan Kuala Batee, Blangpidie, Susoh dan Kecamatan Setia.
Kemudian, dari 4 kecamatan tersebut terdapat 5 kelompok tani yang diberikan kepercayaan oleh pemerintah untuk mengelola penangkaran dengan cara dilakukan pembinaan kepada anggota kelompok tani oleh Dinas Pertanian tentang tatacara penangkaran benih unggul yang bermutu.
"Jadi, program penangkaran ini dilakukan langsung oleh kelompok tani. Kita bina mereka tentang tata cara penangkaran benih padi yang bermutu, supaya, ke depan penangkaran dapat kita kembangkan lebih luas lagi," katanya.
Ia menambahkan, program penangkaran benih padi unggul non hibrida yang bersertipikat sebagai wujud penentuan varietas yang cocok dengan kondisi Agroklimat. Oleh karena itu, pada tahun depan program penangkaran di Abdya akan dikembang menjadi 2.000 hektare.
"Insyaallah, tahun depan luas areal penangkaran kita tambah menjadi 2.000 hektare. Jadi, dengan adanya penangkar benih padi di Abdya ini dapat menjaga kelangkaan benih di kawasan pantai barat selatan Aceh," katanya.
Maswadi juga mengemukakan, Kabupaten Abdya merupakan salah satu wilayah di Provinsi Aceh, memiliki potensi pengembangan padi sawah dalam skala besar, karena jumlah lahan sawah basah di Abdya mencapai
8.904 hektare belum termasuk lahan pertanian kering.
"Semua lahan sawah itu tersebar di 9 kecamatan. Jadi, untuk saat ini, hampir dipastikan semua lahan sawah sudah 97 persen terlaksana tanam serentak musim tanam gadu 2015 ini," katanya.
Amatan dilapangan, acara gerakan penanaman penangkaran benih padi, dengan tema "Menuju kemandirian benih unggul bersertifikat di Provinsi Aceh" itu berlangsung di Desa Alu Dama, Kecamatan Setia, dihadiri oleh tenaga ahli Kadistan Aceh Ir Efendi, Dandim 0110 letkol Inf Suhartono, mantan Kadis Pertanian Abdya Adusmin, dan para kepala dinas setempat.
Selain dari itu hadir juga 20 mahasiswa pendamping petani dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, para penyuluh, dan puluhan personil TNI dari jajaran Kodim 0110 Abdya dan ratusan petani wilayah setempat.
Pewarta: Pewarta : SuprianUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.