Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Kalangan perajin batu nisan di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, menyatakan menjelang Idul Fitri 1436 Hijriah, pesanan batu nisan dengan berbagai ukuran mengalami peningkatan dibandingkan dengan hari biasa, sehingga mereka kewalahan memenuhi permintaan.
Seorang perajin batu nisan di Desa Mon Geudong, Hendra, di Kota Lhokseumawe, Sabtu, mengatakan peningkatan pesanan tersebut terjadi setiap tahun, menjelang Lebaran.
Biasanya, dirinya dalam seminggu hanya menerima tiga pasang batu nisan ataupun makam yang telah dicetak.
Namun, selama Ramadhan, terutama menjelang Lebaran, angka pesanan melonjak tinggi hingga mencapai 15 pasang dalam seminggu.
"Tingkat pesanan batu nisan pada bulan Ramadhan, terutama menjelang Lebaran sangat tinggi. Bahkan, mencapai 15 pasang batu nisan ataupun makam yang telah dicetak. Hal itu berbeda dari waktu-waktu biasanya," katanya.
Para perajin, katanya, harus bekerja ekstra untuk memenuhi permintaan pesanan agar selesai tepat waktu dengan kualitas yang tetap baik.
Ia mengatakan harga untuk sepasang batu nisan tanpa ada cetakan makam sebesar Rp250 ribu, sedangkan apabila memilih yang lengkap, yakni batu nisan dan makam cetak, harganya mencapai Rp950 ribu.
Satu unit batu nisan, katanya, butuh waktu pembuatan selama tiga hari, namun karena tingginya order menjelang Lebaran, waktu untuk pembuatan menjadi lebih lama.
Seorang perajin batu nisan lainnya di Mon Geudong, Idawati, membenarkan peningkatan permintaan masyarakat menjelang Lebaran.
"Untuk saat sekarang, menjelang semakin dekatnya Idul Fitri, ada pesanan yang terpaksa harus ditolak karena tidak mungkin dikerjakan lagi," katanya.
Ia mengatakan tingginya permintaan batu nisan menjelang Idul Fitri, sesuai dengan tradisi masyarakat setempat.
Pada umumnya, warga memanfaatkan momentum lebaran untuk berziarah ke makam keluarga masing-masing dan sekaligus membangun makam anggota keluarganya yang telah meninggal dunia sehingga membutuhkan batu nisan.
Seorang perajin batu nisan di Desa Mon Geudong, Hendra, di Kota Lhokseumawe, Sabtu, mengatakan peningkatan pesanan tersebut terjadi setiap tahun, menjelang Lebaran.
Biasanya, dirinya dalam seminggu hanya menerima tiga pasang batu nisan ataupun makam yang telah dicetak.
Namun, selama Ramadhan, terutama menjelang Lebaran, angka pesanan melonjak tinggi hingga mencapai 15 pasang dalam seminggu.
"Tingkat pesanan batu nisan pada bulan Ramadhan, terutama menjelang Lebaran sangat tinggi. Bahkan, mencapai 15 pasang batu nisan ataupun makam yang telah dicetak. Hal itu berbeda dari waktu-waktu biasanya," katanya.
Para perajin, katanya, harus bekerja ekstra untuk memenuhi permintaan pesanan agar selesai tepat waktu dengan kualitas yang tetap baik.
Ia mengatakan harga untuk sepasang batu nisan tanpa ada cetakan makam sebesar Rp250 ribu, sedangkan apabila memilih yang lengkap, yakni batu nisan dan makam cetak, harganya mencapai Rp950 ribu.
Satu unit batu nisan, katanya, butuh waktu pembuatan selama tiga hari, namun karena tingginya order menjelang Lebaran, waktu untuk pembuatan menjadi lebih lama.
Seorang perajin batu nisan lainnya di Mon Geudong, Idawati, membenarkan peningkatan permintaan masyarakat menjelang Lebaran.
"Untuk saat sekarang, menjelang semakin dekatnya Idul Fitri, ada pesanan yang terpaksa harus ditolak karena tidak mungkin dikerjakan lagi," katanya.
Ia mengatakan tingginya permintaan batu nisan menjelang Idul Fitri, sesuai dengan tradisi masyarakat setempat.
Pada umumnya, warga memanfaatkan momentum lebaran untuk berziarah ke makam keluarga masing-masing dan sekaligus membangun makam anggota keluarganya yang telah meninggal dunia sehingga membutuhkan batu nisan.
Pewarta: Pewarta : MukhlisUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026