Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Rumah Baca Aneuk Nanggroe (Ruman-Aceh) mendampingi lima pengungsi etnis Rohingya, Myanmar, yang hamil di barak Blang Adoe, Aceh Utara, Provinsi Aceh.
Direktur Ruman Aceh Ahmad Arif di Lhokseumawe, Rabu kepada wartawan mengatakan, pendampingan dilakukan dengan memeriksa kesehatan mereka dan penyuluhan mengenai cara menjaga kehamilan dan merawat bayi.
Selain melibatkan relawan dari Ruman Aceh, pihaknya juga mengajak bidan senior di Aceh Utara dari Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A), dalam program pendampingan tersebut.
Sebelum penyuluhan, terlebih dahulu bidan memeriksa kondisi kandungan kelima bumil tersebut. Hasilnya sangat mengejutkan. Berat janin mereka tidak sesuai dengan seharusnya berat janin yang telah memasuki triwulan ketiga kehamilan.
Oleh karena itu, disarankan agar mereka memperhatikan asupan gizi bagi janin mereka dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Kedua, melakukan pola hidup sehat dan ketiga, rutin melakukan pemeriksaan kandungan.
Sementara itu Koordinator program ¿KitaSahabatRohingya RUMAN Aceh, Riski Sopya, menambahkan, kegiatan pendampingan ibu hamil dan menyusui ini diinisiasi oleh What A Relief, NGO dari Singapura.
Terkait dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan bidan terhadap kelima ibu hamil dari pengungsi tersebut, Riski Sopya merencanakan n memeriksa kondisi kandungan kelima ibu hamil tersebut setiap pekan atau dua pekan sekali. Selain itu, mereka juga akan diberikan asupan tambahan seperti susu, sayur dan lainnya.
Sedangkan untuk Mohammad Hasanuddin, bayi Rohingya pertama lahir di Aceh Utara pada awal bulan ini, Ruman Aceh melalui donasi dari What A Relief Singapura akan menyediakan semua kebutuhannya, juga kebutuhan ibu si bayi selama setahun ke depan seperti pakaian, makanan, perlengkapan kebersihan dan kesehatan.
"Alhamdulillah kita ada di lokasi saat Mohammad Hasanuddin lahir. Kita langsung membelikan pakaian, susu dan perlengkapan lainnya yang lazim untuk bayi yang baru dilahirkan. Terima kasih kami haturkan kepada What A Relief Foundation yang telah memberikan kepercayaannya kepada Ruman Aceh. Semoga kerja sama kemanusiaan ini terus berlanjut", kata Riski Sopya.
Direktur Ruman Aceh Ahmad Arif di Lhokseumawe, Rabu kepada wartawan mengatakan, pendampingan dilakukan dengan memeriksa kesehatan mereka dan penyuluhan mengenai cara menjaga kehamilan dan merawat bayi.
Selain melibatkan relawan dari Ruman Aceh, pihaknya juga mengajak bidan senior di Aceh Utara dari Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A), dalam program pendampingan tersebut.
Sebelum penyuluhan, terlebih dahulu bidan memeriksa kondisi kandungan kelima bumil tersebut. Hasilnya sangat mengejutkan. Berat janin mereka tidak sesuai dengan seharusnya berat janin yang telah memasuki triwulan ketiga kehamilan.
Oleh karena itu, disarankan agar mereka memperhatikan asupan gizi bagi janin mereka dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Kedua, melakukan pola hidup sehat dan ketiga, rutin melakukan pemeriksaan kandungan.
Sementara itu Koordinator program ¿KitaSahabatRohingya RUMAN Aceh, Riski Sopya, menambahkan, kegiatan pendampingan ibu hamil dan menyusui ini diinisiasi oleh What A Relief, NGO dari Singapura.
Terkait dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan bidan terhadap kelima ibu hamil dari pengungsi tersebut, Riski Sopya merencanakan n memeriksa kondisi kandungan kelima ibu hamil tersebut setiap pekan atau dua pekan sekali. Selain itu, mereka juga akan diberikan asupan tambahan seperti susu, sayur dan lainnya.
Sedangkan untuk Mohammad Hasanuddin, bayi Rohingya pertama lahir di Aceh Utara pada awal bulan ini, Ruman Aceh melalui donasi dari What A Relief Singapura akan menyediakan semua kebutuhannya, juga kebutuhan ibu si bayi selama setahun ke depan seperti pakaian, makanan, perlengkapan kebersihan dan kesehatan.
"Alhamdulillah kita ada di lokasi saat Mohammad Hasanuddin lahir. Kita langsung membelikan pakaian, susu dan perlengkapan lainnya yang lazim untuk bayi yang baru dilahirkan. Terima kasih kami haturkan kepada What A Relief Foundation yang telah memberikan kepercayaannya kepada Ruman Aceh. Semoga kerja sama kemanusiaan ini terus berlanjut", kata Riski Sopya.
Pewarta: Pewarta : MukhlisUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.