Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Bupati Nagan Raya HT Zulkarnaini menyarankan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Aceh perlu memiliki lembaga pendidikan musabaqah tilawatil quran (MTQ).
"Di Aceh ini perlu ada lembaga pendidikan MTQ. Lembaga ini untuk melahirkan juara-juara MTQ tingkat nasional," kata HT Zulkarnaini di Suka Makmue, ibu kota Kabupaten Nagan Raya, Kamis.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Nagan Raya di sela-sela pembukaan MTQ Provinsi Aceh ke 32 yang dipusatkan di Taman Dzulkarnaini, Alun-alun, Suka Makmue.
MTQ yang diikuti 1.173 peserta dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh tersebut berlangsung 19 hingga 27 Agustus 2015. MTQ dibuka langsung oleh Gubernur Aceh.
HT Zulkarnaini mengatakan, selama ini Aceh tidak pernah meraih juara umum MTQ tingkat nasional. Padahal, Aceh merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia yang menerapkan syariat Islam.
Kafilah Aceh yang bertarung di tingkat nasional selalu kandas. Jarang meraih juara pertama. Lebih ironi lagi, kafilah Aceh kalah dengan kafilah Papua.
Dengan adanya lembaga pendidikan MTQ, kata dia, bisa didik calon-calon juara yang mampu berprestasi di tingkat nasional, bahkan internasional.
"Selama ini, kapan ada MTQ baru sibuk mengurusi pelatihan kafilah. Kenapa kita tidak buat lembaga pendidikan. Di lembaga itu dilatih semua kafilah sejak usia dini cabang-cabang yang dilombakan di MTQ," kata HT Zulkarnaini.
Menyangkut ditunjuknya sebagai tuan rumah, HT Zulkarnaini mengatakan hal itu merupakan kepercayaan luar biasa yang diberikan masyarakat Aceh kepada masyarakat Nagan Raya.
"Pelaksanaan MTQ merupakan program utama pemerintah daerah di Aceh dalam menegakkan syariat Islam. MTQ ini merupakan upaya pengamalan nilai-nilai yang terkandung dalam Al Quran," kata HT Zulkarnaini.
"Di Aceh ini perlu ada lembaga pendidikan MTQ. Lembaga ini untuk melahirkan juara-juara MTQ tingkat nasional," kata HT Zulkarnaini di Suka Makmue, ibu kota Kabupaten Nagan Raya, Kamis.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Nagan Raya di sela-sela pembukaan MTQ Provinsi Aceh ke 32 yang dipusatkan di Taman Dzulkarnaini, Alun-alun, Suka Makmue.
MTQ yang diikuti 1.173 peserta dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh tersebut berlangsung 19 hingga 27 Agustus 2015. MTQ dibuka langsung oleh Gubernur Aceh.
HT Zulkarnaini mengatakan, selama ini Aceh tidak pernah meraih juara umum MTQ tingkat nasional. Padahal, Aceh merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia yang menerapkan syariat Islam.
Kafilah Aceh yang bertarung di tingkat nasional selalu kandas. Jarang meraih juara pertama. Lebih ironi lagi, kafilah Aceh kalah dengan kafilah Papua.
Dengan adanya lembaga pendidikan MTQ, kata dia, bisa didik calon-calon juara yang mampu berprestasi di tingkat nasional, bahkan internasional.
"Selama ini, kapan ada MTQ baru sibuk mengurusi pelatihan kafilah. Kenapa kita tidak buat lembaga pendidikan. Di lembaga itu dilatih semua kafilah sejak usia dini cabang-cabang yang dilombakan di MTQ," kata HT Zulkarnaini.
Menyangkut ditunjuknya sebagai tuan rumah, HT Zulkarnaini mengatakan hal itu merupakan kepercayaan luar biasa yang diberikan masyarakat Aceh kepada masyarakat Nagan Raya.
"Pelaksanaan MTQ merupakan program utama pemerintah daerah di Aceh dalam menegakkan syariat Islam. MTQ ini merupakan upaya pengamalan nilai-nilai yang terkandung dalam Al Quran," kata HT Zulkarnaini.
Pewarta: Pewarta : M Haris SAUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.