Meulaboh (ANTARA Aceh) - Komunitas masyarakat Aceh di Abu Dhabi dan Jakarta menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada Syarifah (70) orang tua (jompo) miskin di Gampong (desa) Geumpa Raya, Kecamatan Woyla Induk, Kabupaten Aceh Barat.
"Kita prihatin dengan kondisi warga Aceh yang sudah berusia 70 tahun hidup sebatang kara dengan kondisi Aceh yang sangat sulit bergerak di bidang ekonomi padahal uang melimpah ruah," kata perwakilan komunitas masyarakat Aceh di Abu Dhabi dan Jakarta Datok Anhar Sawang di Meulaboh, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan disela-sela menyerahkan bantuan berupa uang tunai kepada perwakilan organisasi kemanusian lokal Aceh Barat, dana tersebut diberikan untuk memenuhi hajat nenek Syarifah yang berkeinginan menjadi peternak unggas diusia renta.
Datok Anhar mengatakan, komunitas masyarakat Aceh yang berada di luar saat ini terus memantau provinsi ujung barat Indonesia itu terkait pengunaan dana otsus yang begitu besar diberikan pemerintah pusat untuk mensejahterakan rakyatnya.
Meskipun dana yang diberikan kali ini tidak begitu besar, namun diharapkan menjadi modal usaha membuat kandang dan ternak ayam bagi orang tua renta yang hidup sebatang kara di pelosok Kabupaten Aceh Barat itu.
"Saudara-saudara kita masyarakat Aceh yang berada di negara Timur Tengah ternyata mengalang dana untuk Nek Syarifah ini. Kita berharap aksi ini dapat menggugah hati pejabat/kepala pemerintah daerah di Aceh untuk serius menanggulangi kemiskinan," tegasnya.
Selain untuk orang miskin tersebut kata Datok Anhar, komunitas masyarakat Aceh di Abu Dhabi dan Jakarta juga pernah menyalurkan bantuan untuk pengungsi muslim Rohingya di Aceh hingga hampir bernilai satu miliar.
Sementara itu koordinator masyarakat peduli orang miskin Rahmad menambahkan, setelah dana bantuan itu terkumpul, komunitas aksi sosial itu menyalurkan langsung kepada Nek Syarifah masih bekerja sebagai buruh kupas kulit kacang.
"Bila ada orang dermawan dia menawarkan jasa mengupas kacang dan apapun yang bisa dilakukan. Sudah 20 tahun nenek ini hidup sebatang kara di kawasan padalaman. Sepertinya pemda tidak tahu kondisi kehidupan yang dialami itu," imbuhnya.
Rahmad menjelaskan, nek Syarifah sudah 20 tahun hidup sebatang kara didalam gubuk reot berukuran lebar 2,5 meter dengan panjang 3,5 meter, tidak ada fasilitas apapun kecuali lemari kecil tempat tersusun baju, sementara atap gubuk banyak yang bocor.
Kata dia, sampai sejauh ini belum banyak pihak luar yang menyalurkan bantuan hanya dari komunitas masyarakat Aceh di Abu Dhabi dan Jakarta, komunitas tersebut juga sudah melakukan upaya koordinasi dengan Pemkab Aceh Barat agar orang tua jompo itu mendapat fasilitas hidup layak seperti orang lain.
"Kita berharap adanya kepedulian dari Pemkab Aceh Barat, jangan hanya mengandalkan bantuan kemanusiaan dari luar untuk merubah kehidupan warga yang masih hidup dibawah garis kemiskinan," katanya menambahkan.
"Kita prihatin dengan kondisi warga Aceh yang sudah berusia 70 tahun hidup sebatang kara dengan kondisi Aceh yang sangat sulit bergerak di bidang ekonomi padahal uang melimpah ruah," kata perwakilan komunitas masyarakat Aceh di Abu Dhabi dan Jakarta Datok Anhar Sawang di Meulaboh, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan disela-sela menyerahkan bantuan berupa uang tunai kepada perwakilan organisasi kemanusian lokal Aceh Barat, dana tersebut diberikan untuk memenuhi hajat nenek Syarifah yang berkeinginan menjadi peternak unggas diusia renta.
Datok Anhar mengatakan, komunitas masyarakat Aceh yang berada di luar saat ini terus memantau provinsi ujung barat Indonesia itu terkait pengunaan dana otsus yang begitu besar diberikan pemerintah pusat untuk mensejahterakan rakyatnya.
Meskipun dana yang diberikan kali ini tidak begitu besar, namun diharapkan menjadi modal usaha membuat kandang dan ternak ayam bagi orang tua renta yang hidup sebatang kara di pelosok Kabupaten Aceh Barat itu.
"Saudara-saudara kita masyarakat Aceh yang berada di negara Timur Tengah ternyata mengalang dana untuk Nek Syarifah ini. Kita berharap aksi ini dapat menggugah hati pejabat/kepala pemerintah daerah di Aceh untuk serius menanggulangi kemiskinan," tegasnya.
Selain untuk orang miskin tersebut kata Datok Anhar, komunitas masyarakat Aceh di Abu Dhabi dan Jakarta juga pernah menyalurkan bantuan untuk pengungsi muslim Rohingya di Aceh hingga hampir bernilai satu miliar.
Sementara itu koordinator masyarakat peduli orang miskin Rahmad menambahkan, setelah dana bantuan itu terkumpul, komunitas aksi sosial itu menyalurkan langsung kepada Nek Syarifah masih bekerja sebagai buruh kupas kulit kacang.
"Bila ada orang dermawan dia menawarkan jasa mengupas kacang dan apapun yang bisa dilakukan. Sudah 20 tahun nenek ini hidup sebatang kara di kawasan padalaman. Sepertinya pemda tidak tahu kondisi kehidupan yang dialami itu," imbuhnya.
Rahmad menjelaskan, nek Syarifah sudah 20 tahun hidup sebatang kara didalam gubuk reot berukuran lebar 2,5 meter dengan panjang 3,5 meter, tidak ada fasilitas apapun kecuali lemari kecil tempat tersusun baju, sementara atap gubuk banyak yang bocor.
Kata dia, sampai sejauh ini belum banyak pihak luar yang menyalurkan bantuan hanya dari komunitas masyarakat Aceh di Abu Dhabi dan Jakarta, komunitas tersebut juga sudah melakukan upaya koordinasi dengan Pemkab Aceh Barat agar orang tua jompo itu mendapat fasilitas hidup layak seperti orang lain.
"Kita berharap adanya kepedulian dari Pemkab Aceh Barat, jangan hanya mengandalkan bantuan kemanusiaan dari luar untuk merubah kehidupan warga yang masih hidup dibawah garis kemiskinan," katanya menambahkan.
Pewarta: Pewarta : AnwarUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.