Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Sebanyak lima partai politik di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, sepakat untuk berkoalisi dalam persiapan Pemilihan kepala daerah pada tahun 2017.
Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Muttaqin di Lhokseumawe, Kamis mengatakan, pihaknya telah menggelar pertemuan dengan lima parpol untuk membahas kesepakatan berkoalisi pada Pilkada mendatang.
Parpol yang sepakat untuk berkoalisi yaitu Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Demokrat dan satu partai politik lokal yaitu Partai Nasional Aceh (PNA).
"Kami semua telah menggelar pertemuan dan telah sepakat untuk melakukan koalisi dalam pemilihan kepala daerah pada tahun 2017 nanti, namun tentang nama koalisi serta bagaimana mekanismenya belum kita tentukan," ujar Muttaqin.
Muttaqin menambahkan, pihaknya juga telah membangun kesepahaman bersama dalam menjaring sosok calon kepala daerah, sehingga calon yang dimunculkan bisa benar-benar sesuai dengan kehendak masyarakat dan harus bisa bekerja dengan maksimal.
Kandidat calon kepala daerah tersebut bisa saja dipilih dari berbagai kalangan, bisa dari partisan atau dari partai politik, tergantung bagaimana keputusan dalam menjaring calon-calon kandidat tersebut.
"Tujuan kita melakukan ini adalah untuk mendapatkan sosok yang benar-benar menjadi pemimpin, sehingga ke depan kondisi Aceh Utara bisa semakin baik dan lebih maju serta bisa membangkitkan perekonomian masyarakat," tutur Muttaqin.
Ia menambahkan, minggu depan pihaknya akan menggelar pertemuan kembali bersama sejumlah partai politik, untuk membahas bagaimana mekanisme penjaringan calon dan nama koalisi yang harus disepakati bersama.
Mengaingat, pemilihan kepada daerah akan berlangsung pada tahun 2017, maka tahapanan-tahan pelaksanaannya akan dimulai pada tahun 2016, sehingga bagaimana konsep dalam berkoalisi harus disusun sejak sekarang, ujar Muttaqin.
Pewarta: Pewarta : MukhlisUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.