"Harus ada program pembangunan jangka panjang dari dana otsus, tidak bisa digunakan seperti hari ini," kata Surya Paloh, di Banda Aceh, Sabtu.
Surya mengatakan, sistem dan model penggunaan Otsus Aceh ini tidak bisa terus diperuntukkan seperti selama ini, mengingat masyarakat tidak merasakan pembangunan yang signifikan.
"Ke sana sedikit, ke sini sedikit, ke situ sedikit, tidak ada yang signifikan, sayang seribu kali sayang," ujarnya.
Karena itu, menurut Surya, Pemerintah Aceh melalui Bappeda, civitas akademika, beserta partai sudah harus berani melakukan kajian apa yang sebaiknya ditetapkan terhadap penggunaan dana otsus Aceh ini.
"Kalau dia (Otsus Aceh) hanya untuk rutinitas, maka celaka kita, karena tidak bisa bayar gaji lagi kalau tanpa dana otsus," katanya.
Mengenai dana otsus yang mau berakhir pada 2027 mendatang, Surya menilai pada dasarnya tidak sehat jika Pemerintah Aceh harus selalu bergantung pada dana otsus tersebut.
Namun, lanjut Surya, partai Nasdem juga realistis melihat kondisi Aceh hari ini, jika masih memungkinkan menerima dana otsus dari Pemerintah Pusat, maka Nasdem siap memperjuangkan agar bantuan itu diperpanjang.
"Kenapa tidak, kalau sistem penggunaannya tidak sama seperti hari ini, Nasdem harus memperjuangkan perpanjangan dana otsus Aceh itu," demikian Surya Paloh.
Pewarta: Rahmat FajriEditor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.