Meulaboh (ANTARA Aceh) - Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memintakan masyarakat Kabupaten Aceh Barat-Nagan Raya, Provinsi Aceh untuk mewaspadai banjir susulan karena potensi intensitas hujan lebat masih berpeluang menguyur wilayah itu.
Prakirawan BMKG Meulaboh-Nagan Raya Saiful Amri di Meulaboh, Rabu mengatakan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih terus terjadi karena secara klimatologi terhitung November-Desember 2015 merupakan puncak hujan tinggi di Aceh.
"Memang untuk Aceh Barat dan Nagan Raya khusunya, sejak memasuki bulan November secara klimatologi berpotensi curah hujan yang tinggi karena dalam bulan-bulan ini memiliki puncak hujan yang tinggi," katanya.
Hal itu disampaikan usai menghadiri kegiatan evaluasi simulasi gempa bumi dan tsunami di aula kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat yang diikuti Tim Reaksi Cepat (TRC), Pemadam Kebakaran dan anggota BPBD setempat.
Saiful Amri menjelaskan, potensi hujan menyebabkan banjir luapan sungai maupun genangan pemukiman penduduk kemungkinan masih terjadi dikarenakan terjadinya tekanan rendah pada pusat disekitaran perairan Aceh.
Konvergensi tersebut menyebabkan pola angin yang mengumpul pada satu tempat sehingga mengakibatkan timbulnya potensi pertumbuhan awan konversi menjadi sangat tinggi dan itu yang menyebabkan curah hujan tinggi.
"Untuk wilayah yang banjir dari kemarin diakibatkan oleh adanya pusat tekanan rendah disekitaran perairan Aceh yang menyebabkan konvergensi yaitu bola angin yang mengumpul disatu tempat," jelasnya.
Banjir tidak hanya terjadi di Aceh Barat tapi juga di kabupaten lain wilayah pesisir barat selatan Aceh diantaranya Aceh Jaya, Nagan Raya dan sejumlah titik di Abdya serta Aceh Selatan, selain itu akibat banjir juga dilaporkan terjadinya tanah longsor yang membuat rumah penduduk ambruk ke sungai.
Akibat intensitas hujan tinggi penyebab meluapnya dua sungai di Aceh Barat lebih dari 7.000 warga mengungsi serta merusak sejumlah fasilitas umum seperti jalan dan jembatan serta tiga unit rumah warga dan satu unit Pustu, banjir ini dengan ketingian air antara 50 cm-1,5 meter.
BMKG mengimbau masyarakat kawasan setempat untuk tetap mewaspadai dari banjir luapan sungai maupun rendaman air hujan, karena potensi intensitas curah hujan tinggi masih terpantau pihaknya diprediksi sampai Desember 2015.
"Imbauannya, ya kepada masyarakat tetap waspada banjir maupun tanah longsor bisa terjadi kapanpun tanpa kita ketahui disaat kondisi curah hujan masih berpotensi terjadi sampai Desember 2015 nanti," katanya menambahkan.
Prakirawan BMKG Meulaboh-Nagan Raya Saiful Amri di Meulaboh, Rabu mengatakan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih terus terjadi karena secara klimatologi terhitung November-Desember 2015 merupakan puncak hujan tinggi di Aceh.
"Memang untuk Aceh Barat dan Nagan Raya khusunya, sejak memasuki bulan November secara klimatologi berpotensi curah hujan yang tinggi karena dalam bulan-bulan ini memiliki puncak hujan yang tinggi," katanya.
Hal itu disampaikan usai menghadiri kegiatan evaluasi simulasi gempa bumi dan tsunami di aula kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat yang diikuti Tim Reaksi Cepat (TRC), Pemadam Kebakaran dan anggota BPBD setempat.
Saiful Amri menjelaskan, potensi hujan menyebabkan banjir luapan sungai maupun genangan pemukiman penduduk kemungkinan masih terjadi dikarenakan terjadinya tekanan rendah pada pusat disekitaran perairan Aceh.
Konvergensi tersebut menyebabkan pola angin yang mengumpul pada satu tempat sehingga mengakibatkan timbulnya potensi pertumbuhan awan konversi menjadi sangat tinggi dan itu yang menyebabkan curah hujan tinggi.
"Untuk wilayah yang banjir dari kemarin diakibatkan oleh adanya pusat tekanan rendah disekitaran perairan Aceh yang menyebabkan konvergensi yaitu bola angin yang mengumpul disatu tempat," jelasnya.
Banjir tidak hanya terjadi di Aceh Barat tapi juga di kabupaten lain wilayah pesisir barat selatan Aceh diantaranya Aceh Jaya, Nagan Raya dan sejumlah titik di Abdya serta Aceh Selatan, selain itu akibat banjir juga dilaporkan terjadinya tanah longsor yang membuat rumah penduduk ambruk ke sungai.
Akibat intensitas hujan tinggi penyebab meluapnya dua sungai di Aceh Barat lebih dari 7.000 warga mengungsi serta merusak sejumlah fasilitas umum seperti jalan dan jembatan serta tiga unit rumah warga dan satu unit Pustu, banjir ini dengan ketingian air antara 50 cm-1,5 meter.
BMKG mengimbau masyarakat kawasan setempat untuk tetap mewaspadai dari banjir luapan sungai maupun rendaman air hujan, karena potensi intensitas curah hujan tinggi masih terpantau pihaknya diprediksi sampai Desember 2015.
"Imbauannya, ya kepada masyarakat tetap waspada banjir maupun tanah longsor bisa terjadi kapanpun tanpa kita ketahui disaat kondisi curah hujan masih berpotensi terjadi sampai Desember 2015 nanti," katanya menambahkan.
Pewarta: Pewarta : AnwarUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.