Meulaboh (ANTARA Aceh) - Ketua DPRK Aceh Barat, Provinsi Aceh, Ramli, SE meminta pengusaha lokal agar tidak mengintervensi dan menghambat terhadap penambahan geray Indomaret ke daerah itu, karena dapat mengganggu stabilitas dunia usaha.
"Ini tidak bisa kita hambat karena hanya masalah persaingan bisnis, seandainya dia (Indomaret) mungkin ada main curang itu baru boleh kita tindak, inikan tidak ada bukti mengenai hal itu," katanya di Meulaboh, Selasa.
Pernyataan tersebut disampaikan menyikapi protes sejumlah pengusaha lokal minimarket dan distributor lokal terhadap penambahan geray Indomaret, pengusaha lokal setempat beranggapan dengan kehadiran geray Indomaret di Meulaboh dapat menggusur pedagang lokal karena belum mampu bersaing.
Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, ketidak mampuan bersaing pengusaha lokal dengan managemen pengusaha nasional jangan dijadikan sebagai alasan untuk menghambat maupun mengintervensi berkembangnya dunia usaha baru di Meulaboh.
Selain itu menurut Ramli, gejolak penolakan penambahan geray Indomaret hanya terjadi di Aceh Barat dan terfokus pada satu titik ruas jalan yang direncanakan sebagai lokasi penambahan geray baru.
"Yang dilaporkan oleh pengusaha ini sedang dipelajari oleh Komisi B, setelah itu akan kita panggil pengusaha lokal ini untuk duduk bersama. Persoalan karena mereka (Indomaret) kuat, itu tidak boleh jadi alasan, jangan kita hambat-hambat, mungkin ada pengusaha lain mau masuk sudah takut nanti," tegasnya.
Lebih lanjut Ramli menyampaikan, dampak yang dikhawatirkan dari adanya gejolak penolakan hadirnya pengusaha bermanagemen nasional tersebut akan mempengaruhi iklim investasi yang berencana masuk ke Aceh Barat.
Karena ini murni kekhawatiran pengusaha dalam persaingan bisnis maka solusi ditawarkan adalah pengusaha lokal harus lebih arif dan pandai-pandai dalam mengembangkan usaha agar lebih berkembang, bukan menghambat pengusaha lain tumbuh.
Kata dia, saat ini Aceh Barat terbuka menerima investor yang bergerak di sektor apapun menanamkan investasinya, selama masih dalam koridor aturan berlaku dan tidak berlaku curang sehingga merugikan masyarakat Aceh Barat.
"Pandai-pandai kita lah disini, yang penting jangan curang dan jangan merugikan masyarakat Aceh Barat. Yang perlu kita perhatikan pebisnis kita di Aceh Barat adalah jangan berlaku curang, itu saja," katanya menambahkan.
"Ini tidak bisa kita hambat karena hanya masalah persaingan bisnis, seandainya dia (Indomaret) mungkin ada main curang itu baru boleh kita tindak, inikan tidak ada bukti mengenai hal itu," katanya di Meulaboh, Selasa.
Pernyataan tersebut disampaikan menyikapi protes sejumlah pengusaha lokal minimarket dan distributor lokal terhadap penambahan geray Indomaret, pengusaha lokal setempat beranggapan dengan kehadiran geray Indomaret di Meulaboh dapat menggusur pedagang lokal karena belum mampu bersaing.
Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, ketidak mampuan bersaing pengusaha lokal dengan managemen pengusaha nasional jangan dijadikan sebagai alasan untuk menghambat maupun mengintervensi berkembangnya dunia usaha baru di Meulaboh.
Selain itu menurut Ramli, gejolak penolakan penambahan geray Indomaret hanya terjadi di Aceh Barat dan terfokus pada satu titik ruas jalan yang direncanakan sebagai lokasi penambahan geray baru.
"Yang dilaporkan oleh pengusaha ini sedang dipelajari oleh Komisi B, setelah itu akan kita panggil pengusaha lokal ini untuk duduk bersama. Persoalan karena mereka (Indomaret) kuat, itu tidak boleh jadi alasan, jangan kita hambat-hambat, mungkin ada pengusaha lain mau masuk sudah takut nanti," tegasnya.
Lebih lanjut Ramli menyampaikan, dampak yang dikhawatirkan dari adanya gejolak penolakan hadirnya pengusaha bermanagemen nasional tersebut akan mempengaruhi iklim investasi yang berencana masuk ke Aceh Barat.
Karena ini murni kekhawatiran pengusaha dalam persaingan bisnis maka solusi ditawarkan adalah pengusaha lokal harus lebih arif dan pandai-pandai dalam mengembangkan usaha agar lebih berkembang, bukan menghambat pengusaha lain tumbuh.
Kata dia, saat ini Aceh Barat terbuka menerima investor yang bergerak di sektor apapun menanamkan investasinya, selama masih dalam koridor aturan berlaku dan tidak berlaku curang sehingga merugikan masyarakat Aceh Barat.
"Pandai-pandai kita lah disini, yang penting jangan curang dan jangan merugikan masyarakat Aceh Barat. Yang perlu kita perhatikan pebisnis kita di Aceh Barat adalah jangan berlaku curang, itu saja," katanya menambahkan.
Pewarta: Pewarta : AnwarUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.