Meulaboh (ANTARA Aceh) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, memintakan seluruh gampong (desa) untuk segara membangun fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) guna memperbaiki pelayanan dasar di seluruh pelosok daerah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Barat, H T Ahmad Dadek, di Meulaboh, Selasa, mengatakan pihak desa dapat menganggarkan alokasi dana desa untuk pembangunan fasilitas seperti TK Kelompok Bermain, Tempat Penitipan Anak dan Sejenis harus dibangun PAUD.

"Dalam upaya memperbaiki pelayanan dasar yaitu kesehatan, maka kepada Posyandu harus dianggarkan minimal Rp10 juta dan untuk PKK minimal Rp10 juta sedangkan bagi desa yang belum memiliki PAUD harus dibangun," katanya.

Dia menjelaskan, dengan demikian seluruh gampong diharapkan dapat segera menyiapkan Rencana Kerja Pembangunan Gampong (RKPG) 2016 dan usulan untuk musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) 2017.

Ahmad Dadek menyebutkan, komposisi dana desa Kabupaten Aceh Barat tahun anggaran 2016 mengalami peningkatan cukup signifikan hingga mencapai Rp252,5 miliar, sementara pada tahun anggaran 2015 hanya sebesar Rp143 miliar.

Pada setiap pertemuan Ahmad Dadek menyebutkan, dana desa dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan mendesak di setiap gampong, terutama mengalokasikan anggaran untuk penangganan tanggap darurat bencana alam.

"Kami perkirakan dengan total besaran dana desa ini per gampong akan mendapatkan Rp800 juta, karena itu kita berharap segera dibuatkan RKPG 2016 dan usulan untuk musrenbang 2017 nanti," sebutnya.

Lebih lanjut dikatakan, dari total Rp252,5 miliar dan desa tersebut bersumber dari shering APBK Rp63,5 miliar, dana APBN senilai Rp189 miliar dengan total penerimaan  322 desa dengan nominal berkisar Rp800 juta/desa.

Dadek juga menyampaikan bahwa dana desa ini meningkatkan tajam sejak tahun 2012 sampai dengan 2015 dana yang digelontor kepada gampong meningkat mencapai 345 persen atau dari Rp32,2 miliar sejak 2012 menjadi Rp252 miliar pada 2016.

Ia merincikan untuk 12 Kecamatan Aceh Barat dana desa telah diplotkan sesuai kebutuhan, untuk kawasan tertinggi adalah Kecamatan Kaway XVI yakni mencapai Rp34,5 miliar, sementara posisi kedua adalah Kecamatan Woyla senilai Rp33,5 miliar.

Untuk Kecamatan Johan Pahlawan  senilai Rp17,2 miliar, Sungai Mas Rp14 miliar, Sama Tiga Rp24,9 miliar, Bubon Rp13,2 miliar, Arongan Rp21,1 miliar, Pante Ceureumen Rp19,7 miliar, Meureubo Rp20,6 miliar, Woyla Barat Rp18,8 miliar, Woyla Timur Rp20 miliar, Panton Reu 14,7 miliar.



Pewarta: Pewarta : Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026