Meulaboh (ANTARA Aceh) - Masyarakat nelayan tradisional Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mengeluh karena tidak bisa melaut akibat cuaca buruk melanda perairan Samudera Hindia.

M Daud (54) nelayan perkampungan Rundeng di Meulaboh, Senin mengatakan, alasan lain nelayan enggan melaut karena saat ini sedang memasuki pergantian musim angin barat sehingga ikan-ikan susah ditemukan.

"Kalau ombak ditengah laut sudah biasa, tapi ikan-ikan juga susah ditemukan, coba saja lihat dari pantai warna langit hitam mendung, kalau ditengah laut gitu juga, malahan badai bisa saja sedang terjadi,"katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat dijumpai di dekat tempat kapal-kapal nelayan Desa Rundeng, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat dilabuhkan, nelayan setempat memilih istirahat ketimbang melaut karena pengaruh cuaca ekstrim itu.

Daud yang juga tokoh berpengaruh dalam komunitas nelayan Rundeng ini menjelaskan, kepal motor (KM) nelayan yang berkapasitas dibawah 5 grosston (GT) hampir separuh tidak melaut dalam satu hari terakhir.

Kata dia, dalam kondisi demikian tidak ada yang patut disalahkan, apalagi kendala yang dihadapi nelayan adalah faktor cuaca, kondisi tersebut menurut dia bukan hanya dirasakan oleh nelayan setempat, tapi hampir diseluruh Aceh.

"Saya tidak tahu apakah nelayan daerah lain juga seperti kami. Tapi biasanya nelayan yang melaut mungkin hanya perahu nelayan pancing ikan, mereka tidak jauh-jauh. Pergi pagi sorenya sudah pulang," imbuhnya.

M Daud menjelaskan, kondisi tersebut belum mempengaruhi harga ikan basah di pasar, namun apabila kondisi cuaca tidak membaik dalam 2-3 hari kedepan, bisa saja harga ikan mengalami kenaikan drastis.

Saat ini masih ada nelayan di tengah laut yang dalam perjalanan pulang, jadinya untuk hari Senin nelayan tidak melaut masih bisa ditutupi oleh hasil tangkapan nelayan yang akan membongkar di Meulaboh.

Sementara itu "Panglima Lhok" Padang Seurahet Pawang Anuwar yang dihubungi menambahkan, akibat cuaca ekstrim dan gelombang tinggi sejumlah kapal nelayan kabupaten tetangga terpaksa merapat ke perairan Aceh Barat.

"Ada beberapa perahu dari Banda Aceh terpaksa harus merapat kesini karena kondisi gelombang ditengah laut tinggi. Kami tidak tahu apakah membongkar hasil tangkapan disini atau hanya singgah saja,"katanya menambahkan.



Pewarta: Pewarta : Anwar
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026