Sabang (ANTARA Aceh) - Kegiatan penyeberangan dari dan ke Pelabuhan Balohan, Sabang dan Ulee Lheue, Banda Aceh, sudah mulai normal dan lancar, setelah dua hari lalu terhenti akibat cuaca kurang mendukung.
Nahkoda KMP BRR Muhammad Nur saat dihubungi di Pelabuhan Balohan Sabang, Rabu menyatakan, arus penumbang balik dari Sabang ke Banda Aceh kini sudah mulai normal, secara berangsur arus penumpang dan kendaraan mulai berkurang.
Disebutkan, jadwal penyeberangan pun sudah mulai stabil sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Syahbandar, walaupun hingga saat ini cuaca masih terus berubah.
Namun, lanjut dia, baik KMP BRR, KMP Tanjung Burang, maupun dua kapal cepat sudah mulai beroperasi sejak Rabu pagi.
Dikatakan, hingga saat ini cuaca buruk masih membayangi jalur penyerangan Sabang-Banda Aceh.
Ia menyatakan, tingginya gelombang laut disertai angin kencang yang melandan perairan Sabang sejak beberapa hari terakhir mengharuskan penyebarangan Sabang- Banda Aceh dan sebaliknya sempat dihentikan, hingga terjadi penumpukan penumpang dan kendaraan di dua pelabuhan penyeberabgan tersebut.
"Masalahnya hanya karena cuaca tidak mendukung dan kita tidak mungkin memaksa untuk berlayar, terlalu beresiko," katanya.
Ia juga menyebutkan, pada Senin (8/2), dua kapal ferry diberangkatkan secara bersamaan, namun di tengah pelayaran, KMP. Tanjung Burang, kembali ke Pelabuhan Balohan Sabang, sementara KMP BRR yang bertolak dari Pelabuhan Ulelhee Banda Aceh tetap melakukan pelayaran dan dihentikan di Pelabuhan Balohan Sabang pula, karena cuaca buruk.
"Sehubungan cuaca yang kurang baik, tinggi gelombang mencapai 3-4 meter, membuat pelayarang kurang nyaman, saya selaku nahkoda menghentikan pelayaran dari Balohan ke Ulelhee. Untuk KMP Tanjung Burang sendiri setelah melakukan pelayaran, sewaktu di tengah perjalanan kembali lagi ke pelabuhan karena cuaca extrim," ujarnya.
Nahkoda KMP BRR Muhammad Nur saat dihubungi di Pelabuhan Balohan Sabang, Rabu menyatakan, arus penumbang balik dari Sabang ke Banda Aceh kini sudah mulai normal, secara berangsur arus penumpang dan kendaraan mulai berkurang.
Disebutkan, jadwal penyeberangan pun sudah mulai stabil sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Syahbandar, walaupun hingga saat ini cuaca masih terus berubah.
Namun, lanjut dia, baik KMP BRR, KMP Tanjung Burang, maupun dua kapal cepat sudah mulai beroperasi sejak Rabu pagi.
Dikatakan, hingga saat ini cuaca buruk masih membayangi jalur penyerangan Sabang-Banda Aceh.
Ia menyatakan, tingginya gelombang laut disertai angin kencang yang melandan perairan Sabang sejak beberapa hari terakhir mengharuskan penyebarangan Sabang- Banda Aceh dan sebaliknya sempat dihentikan, hingga terjadi penumpukan penumpang dan kendaraan di dua pelabuhan penyeberabgan tersebut.
"Masalahnya hanya karena cuaca tidak mendukung dan kita tidak mungkin memaksa untuk berlayar, terlalu beresiko," katanya.
Ia juga menyebutkan, pada Senin (8/2), dua kapal ferry diberangkatkan secara bersamaan, namun di tengah pelayaran, KMP. Tanjung Burang, kembali ke Pelabuhan Balohan Sabang, sementara KMP BRR yang bertolak dari Pelabuhan Ulelhee Banda Aceh tetap melakukan pelayaran dan dihentikan di Pelabuhan Balohan Sabang pula, karena cuaca buruk.
"Sehubungan cuaca yang kurang baik, tinggi gelombang mencapai 3-4 meter, membuat pelayarang kurang nyaman, saya selaku nahkoda menghentikan pelayaran dari Balohan ke Ulelhee. Untuk KMP Tanjung Burang sendiri setelah melakukan pelayaran, sewaktu di tengah perjalanan kembali lagi ke pelabuhan karena cuaca extrim," ujarnya.
Uploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.