Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Pendidikan Aceh menyatakan terus menyelaraskan kurikulum antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kebutuhan Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja (Iduka), meliputi kompetensi dan budaya kerja yang berlaku.

"Penyelarasan dengan dunia kerja ini merupakan bagian untuk melahirkan lulusan SMK yang memiliki kompetensi dan etos kerja sesuai dengan kebutuhan Iduka," kata Kepala Dinas Pendidikan Aceh Alhudri di Banda Aceh, Kamis.

Pernyataan itu disampaikannya dalam pidato tertulis dibacakan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar Syarwan Joni dalam kegiatan Penyelarasan Kurikulum dengan Iduka.

Ia menjelaskan penyelarasan kurikulum adalah upaya menyesuaikan kurikulum yang ada di sekolah dengan dunia kerja.

Muhibbuddin, salah seorang narasumber dalam kegiatan tersebut, mengatakan tentang keputusan Menteri Pendidikan, Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 terkait dengan pedoman penerapan Kurikulum Merdeka dalam rangka pemulihan pembelajaran.

"Kegiatan ini merupakan implementasi dari kebijakan pusat yang kita harapkan dapat meningkat mutu pendidikan khususnya pendidikan kejuruan yang ada di Aceh," katanya.



Pewarta: M Ifdhal
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026