Tapaktuan (ANTARA Aceh) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran Aceh Selatan menurunkan tiga unit mobil pemadam untuk memadamkan api yang membakar lahan perkebunan kelapa sawit dan gambut di Kecamatan Kota Bahagia.

Kepala Pelaksana BPBD dan Pemadam Kebakaran Aceh Selatan Erwiandi kepada wartawan di Tapaktuan, Selasa mengatakan, pihaknya menerjunkan tiga unit mobil untuk menjinakkan api yang melanda perkebunan kelapa sawit dan lahan gambut di Desa Ujong Padang dan Desa Brahan.

Dua unit Damkar yang diterjunkan itu berasal dari Pos Kecamatan Bakongan dan Trumon, sedangkan satu unit lagi dengan kapasitas 4.000 liter air dari Kantor Pusat Tapaktuan, sebutnya.

Hasil amatan langsung di lapangan, kata Erwiandi, upaya pemadaman kobaran api mengalami kendala dan hambatan yang sangat fatal, akibat minimnya akses jalan menuju lokasi yang bisa dilalui mobil Damkar ditambah lagi kondisi kabut asap pekat yang menyelimuti ruang udara wilayah itu.

Sedikitnya sekitar 50 hektare lahan sawit dan gambut milik masyarakat terbakar. Akibat kejadian itu, selain menghanguskan perkebunan sawit yang baru ditanam maupun hampir panen (buah pasir), juga mengakibatkan wilayah Kecamatan Bakongan Raya diselimuti kabut asap.

Keterangan yang dihimpun, kejadian kebakaran lahan ini telah berlangsung sejak tanggal 26 Januari 2016. Karena kondisi cuaca di wilayah itu sedang musim kemarau disertai angin kencang, sehingga kebakaran lahan tersebut semakin meluas dimana kobaran api terus merambat ke lahan perkebunan sawit dan lahan gambut di sekitarnya.

Menurut informasi, kebakaran lahan tersebut berawal dari tindakan salah seorang pemilik kebun yang sedang melakukan pembersihan kebun miliknya di Desa Ujong Padang yang rencananya akan ditanami sawit. Lahan yang sedang dilakukan upaya pembersihan tersebut kemudian dibakar.

Tindakan pembakaran lahan tanpa pertimbangan yang matang untuk mengantisipasi agar kobaran api tidak merambat ke lahan perkebunan di sekitarnya itulah diduga sebagai penyebab utama terjadinya kebakaran lahan di wilayah itu.

Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi melalui Kanit Tipiter Satreskrim, Ipda Adrianus membenarkan bahwa telah terjadi kebakaran lahan sawit dan lahan gambut di Desa Ujong Padang sampai Desa Brahan Kecamatan Kota Bahagia.

"Kami memastikan bahwa kejadian ini terjadi akibat ada oknum tertentu yang melakukan pembakaran lahan. Kami sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini," tegas Adrianus.

Pihaknya, ujar Adrianus, telah menurunkan tim ke lokasi kebakaran lahan sawit dan gambut tersebut untuk mengumpulkan keterangan dan alat bukti untuk mendukung proses pengusutan kasus tersebut.

Untuk menghindari agar kejadian kebakaran lahan tersebut semakin meluas, pihaknya meminta kepada Pemkab Aceh Selatan melalui dinas terkait segera membentuk tim dan berkoordinasi dengan instansi terkait.          
    
Sebab, menurutnya, dengan melihat lokasi kebakaran lahan yang sudah cukup luas ditambah kabut asap pekat yang menyelimuti ruang udara kawasan itu, sangat menyulitkan bahkan dipastikan tidak akan mampu di padamkan dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran.

Menyikapi kejadian kebakaran lahan sawit dan lahan gambut tersebut,  Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Aceh Selatan, T Masrul, menyatakan pihaknya segera akan mengambil kebijakan strategis untuk menanggulangi persoalan itu agar tidak terus meluas, setelah menurunkan tim untuk meninjau langsung lokasi tersebut.

"Kemungkinan tim kami akan turun ke lokasi besok (hari ini-red) untuk meninjau langsung ke lapangan. Setelah menghimpun data di lapangan, selanjutnya akan kami laporkan ke Bupati Aceh Selatan, sebagai dasar pengambilan kebijakan untuk menangani kasus itu," tegas Masrul.

Menurut perkiraan pihaknya, kata Masrul, di kawasan Desa Ujong Padang sampai Desa Brahan Kecamatan Kota Bahagia tersebut memiliki lahan sawit dan lahan gambut dengan luas keseluruhannya mencapai 90 hektare.

Jika kondisi kebakaran lahan tersebut tidak segera diatasi, maka dipastikan bahwa lahan sawit dan lahan gambut seluas 90 hektare itu akan terbakar seluruhnya, katanya.



Pewarta: Pewarta : Hendrik
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026