Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Mantan Direktur Utama Bank Aceh Aminullah Usman dan Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Kota Banda Aceh periode 2017-2022 ke Partai NasDem.
Berkas pendaftaran diantarkan langsung kedua bakal calon tersebut ke Kantor Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai NasDem Kota Banda Aceh, Kamis.
Yang mengantar berkas terlebih dahulu Aminullah Usman. Kemudian disusul Illiza Saaduddin Djamal. Keduanya mengantarkan berkas didampingi relawan atau tim sukses mereka.
Berkas pendaftaran sebagai bakal calon wali kota tersebut diterima langsung Sekretaris DPD Partai NasDem Kota Banda Aceh Fauzan Febriansyah yang didampingi sejumlah pengurus harian partai tersebut.
Sekretaris DPD Partai NasDem Kota Banda Aceh Fauzan Febriansyah mengatakan, pendaftaran bakal calon wali kota dibuka sejak sepakan lalu. Pendaftaran untuk menjaring calon yang akan diusung Partai NasDem pada pilkada Kota Banda Aceh.
"Bakal calon yang sudah mendaftar ini akan diseleksi tiga nama di internal partai. Tiga nama tersebut nantinya diserahkan ke DPW Partai NasDem Aceh dan selanjutnya masuk dalam daftar survei," kata dia.
Calon yang tertinggi elektabilitasnya berdasarkan hasil survei, ungkap Fauzan Febriansyah, akan dicalonkan oleh Partai Nasdem sebagai calon Wali Kota Banda Aceh pada pilkada 2017.
"Survei melibatkan sejumlah lembaga survei yang kredibel. Survei dilakukan April dan Mei mendatang. Pencalonan akan dilakukan pada Agustus 2017," kata Fauzan Febriansyah.
Sementara itu, Aminullah Usman mengatakan, dirinya mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota ke Partai NasDem karena partai tersebut dengan tegas tidak menggunakan mahar politik.
"Tapi itu bukanlah hal yang utama. Saya mendaftar karena menilai saya menilai Partai NasDem yang membuka kesempatan kepada siapa saja mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota," kata Aminullah Usman.
Senada juga diungkapkan Illiza Saaduddin Djamal. Wali Kota Banda Aceh yang masih menjabat itu mengatakan dirinya mendaftar karena Partai NasDem mengusung calon tanpa mahar politik. Partai NasDem mencalonkan calonnya berdasarkan elektabilitas.
"Sebelumnya, Partai NasDem juga sudah mengomunikasikan pendaftaran ini. Saya pikir ini sesuatu yang bagus bagaimana kita membangun bersama-sama partai politik," kata Illiza Saaduddin Djamal yang juga Ketua PPP Kota Banda Aceh tersebut.
Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh digelar Februari 2017. Pemilihan tersebut digelar serentak dengan pemilihan 19 bupati/wali kota se Aceh dan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh.
Berkas pendaftaran diantarkan langsung kedua bakal calon tersebut ke Kantor Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai NasDem Kota Banda Aceh, Kamis.
Yang mengantar berkas terlebih dahulu Aminullah Usman. Kemudian disusul Illiza Saaduddin Djamal. Keduanya mengantarkan berkas didampingi relawan atau tim sukses mereka.
Berkas pendaftaran sebagai bakal calon wali kota tersebut diterima langsung Sekretaris DPD Partai NasDem Kota Banda Aceh Fauzan Febriansyah yang didampingi sejumlah pengurus harian partai tersebut.
Sekretaris DPD Partai NasDem Kota Banda Aceh Fauzan Febriansyah mengatakan, pendaftaran bakal calon wali kota dibuka sejak sepakan lalu. Pendaftaran untuk menjaring calon yang akan diusung Partai NasDem pada pilkada Kota Banda Aceh.
"Bakal calon yang sudah mendaftar ini akan diseleksi tiga nama di internal partai. Tiga nama tersebut nantinya diserahkan ke DPW Partai NasDem Aceh dan selanjutnya masuk dalam daftar survei," kata dia.
Calon yang tertinggi elektabilitasnya berdasarkan hasil survei, ungkap Fauzan Febriansyah, akan dicalonkan oleh Partai Nasdem sebagai calon Wali Kota Banda Aceh pada pilkada 2017.
"Survei melibatkan sejumlah lembaga survei yang kredibel. Survei dilakukan April dan Mei mendatang. Pencalonan akan dilakukan pada Agustus 2017," kata Fauzan Febriansyah.
Sementara itu, Aminullah Usman mengatakan, dirinya mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota ke Partai NasDem karena partai tersebut dengan tegas tidak menggunakan mahar politik.
"Tapi itu bukanlah hal yang utama. Saya mendaftar karena menilai saya menilai Partai NasDem yang membuka kesempatan kepada siapa saja mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota," kata Aminullah Usman.
Senada juga diungkapkan Illiza Saaduddin Djamal. Wali Kota Banda Aceh yang masih menjabat itu mengatakan dirinya mendaftar karena Partai NasDem mengusung calon tanpa mahar politik. Partai NasDem mencalonkan calonnya berdasarkan elektabilitas.
"Sebelumnya, Partai NasDem juga sudah mengomunikasikan pendaftaran ini. Saya pikir ini sesuatu yang bagus bagaimana kita membangun bersama-sama partai politik," kata Illiza Saaduddin Djamal yang juga Ketua PPP Kota Banda Aceh tersebut.
Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh digelar Februari 2017. Pemilihan tersebut digelar serentak dengan pemilihan 19 bupati/wali kota se Aceh dan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh.
Pewarta: Pewarta : M Haris SAUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.