Blangpidie (ANTARA Aceh) - Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Muazam-Hermansyah, mengaku tidak gentar bertarung dengan bakal calon bupati lain maju dalam pesta demokrasi pemilhanan kepala daerah (pilkada) secara serentak 2017 akan datang.
''Kami tidak gentar sedikitpun bertarung dalam pilkada mendatang. Kami juga tidak akan gentar terkait isu sejumlah partai poltik yang dikleim oleh kandidat lain, termasuk demokrat,'' kata Hermansyah di sela-sela acara pengembalian berkas fomulir pendaftaran di kantor DPC Demokrat Abdya, di Blangpidie, Selasa
Hermansyah adalah bakal calon wakil bupati Abdya berpasangan dengan Muazam. Pasangan ini ikut bertarung dalam kancah politik pemilihan bupati/wakil bupati Abdya periode 2017-2022 melalui jalur independen dan telah mendaftarkan diri pada partai NasDem dan Demokrat.
Menurut Hermansyah, walaupun partai NasDem dan Demokrat telah di kleim oleh kandidat lain, namun, pihaknya tidak merasa gentar dan tetap mendaftarkan diri untuk membuktikan keiklasan maju dalam pemilihan kepala daerah.
''Apapun yang terjadi kami tetap mendaftarkan diri ke demokrat. Jadi, untuk membuktikanya pada hari ini kami berpasangan datang secara langsung untuk menyerahkan fomulir pendaftaran secara ikhlas dan mudah-mudahan pengurus demokrat dapat mempertimbangkan,'' katanya
Sementara itu balon bupati Abdya Muazam, mengatakan bahwa pesta demokrasi yang akan berlangsung pada 2017 mendatang bukan untuk memilih nabi, akan tetapi, pelaksanaan pilkada yang di selengarakan oleh pemerintah tersebut hanya untuk memilih kepala daerah yang bijak dan adil terhadap seluruh komponen masyarakat.
''Saya berharap, siapapun calon yang di andalkan dalam pilkada ini jangan terlalu dipuji secara berlebihan. Karena, yang berhak dipuji itu hanyalah Allah SWT, bukan kandidat tertentu yang di agung-agungkan bagaikan nabi, ini dosa besar,'' katanya
Muazam yang juga mantan Asistem Ekonomi dan Pembangunan pada pemkab Abdya itu bersama pasangannya Hermansyah mantan anggota DPRK sejak tahun 1997-2014 tersebut menyerahkan fomulir pendaftaran kepada Romy Syahputra ketua DPC Demokrat Abdya di kantor sekretariatnya di jalan Iskandar Blangpidie.
Muazam juga berharap, pada semua para bakal calon bupati Abdya yang akan bertarung dalam pilkada 2017 agar tidak menciptakan suana yang tidak baik dengan menghembuskan isu politik jorok dan mengkleim sejumlah partai politik seolah-olah hanya dirinyalah di usung untuk maju dalam pilkada.
''Ternyata yang dilakukan kandidat tersebut selama ini hanya pembohongan publik, buktinya, partai NasDem dan Demokrat memberikan kesempatan semua kandidat untuk mendaftarkan diri, mereka mengakui belum ada balon di usung kecuali melalui penyaringan dan hasil survai,'' katanya
Muazam, yang sebelumnya tercatat sebagai PNS di lingkungan pemkab Abdya dengan pangkat terakhir golongan/ruang, pembinan Tk 1, IV/b mencalonkan diri pada pilkada karena telah mendapatlkan hak pensiun dini secara resmi dari pemerintah.
''Saya lepaskan atribut sebagai PNS karena, saya merasa optimis akan sukses dalam dunia politik. Karir PNS rela saya pertaruhkan demi keinginan untuk membangun kabupaten Abdya di masa mendatang,'' Demian Muazam
''Kami tidak gentar sedikitpun bertarung dalam pilkada mendatang. Kami juga tidak akan gentar terkait isu sejumlah partai poltik yang dikleim oleh kandidat lain, termasuk demokrat,'' kata Hermansyah di sela-sela acara pengembalian berkas fomulir pendaftaran di kantor DPC Demokrat Abdya, di Blangpidie, Selasa
Hermansyah adalah bakal calon wakil bupati Abdya berpasangan dengan Muazam. Pasangan ini ikut bertarung dalam kancah politik pemilihan bupati/wakil bupati Abdya periode 2017-2022 melalui jalur independen dan telah mendaftarkan diri pada partai NasDem dan Demokrat.
Menurut Hermansyah, walaupun partai NasDem dan Demokrat telah di kleim oleh kandidat lain, namun, pihaknya tidak merasa gentar dan tetap mendaftarkan diri untuk membuktikan keiklasan maju dalam pemilihan kepala daerah.
''Apapun yang terjadi kami tetap mendaftarkan diri ke demokrat. Jadi, untuk membuktikanya pada hari ini kami berpasangan datang secara langsung untuk menyerahkan fomulir pendaftaran secara ikhlas dan mudah-mudahan pengurus demokrat dapat mempertimbangkan,'' katanya
Sementara itu balon bupati Abdya Muazam, mengatakan bahwa pesta demokrasi yang akan berlangsung pada 2017 mendatang bukan untuk memilih nabi, akan tetapi, pelaksanaan pilkada yang di selengarakan oleh pemerintah tersebut hanya untuk memilih kepala daerah yang bijak dan adil terhadap seluruh komponen masyarakat.
''Saya berharap, siapapun calon yang di andalkan dalam pilkada ini jangan terlalu dipuji secara berlebihan. Karena, yang berhak dipuji itu hanyalah Allah SWT, bukan kandidat tertentu yang di agung-agungkan bagaikan nabi, ini dosa besar,'' katanya
Muazam yang juga mantan Asistem Ekonomi dan Pembangunan pada pemkab Abdya itu bersama pasangannya Hermansyah mantan anggota DPRK sejak tahun 1997-2014 tersebut menyerahkan fomulir pendaftaran kepada Romy Syahputra ketua DPC Demokrat Abdya di kantor sekretariatnya di jalan Iskandar Blangpidie.
Muazam juga berharap, pada semua para bakal calon bupati Abdya yang akan bertarung dalam pilkada 2017 agar tidak menciptakan suana yang tidak baik dengan menghembuskan isu politik jorok dan mengkleim sejumlah partai politik seolah-olah hanya dirinyalah di usung untuk maju dalam pilkada.
''Ternyata yang dilakukan kandidat tersebut selama ini hanya pembohongan publik, buktinya, partai NasDem dan Demokrat memberikan kesempatan semua kandidat untuk mendaftarkan diri, mereka mengakui belum ada balon di usung kecuali melalui penyaringan dan hasil survai,'' katanya
Muazam, yang sebelumnya tercatat sebagai PNS di lingkungan pemkab Abdya dengan pangkat terakhir golongan/ruang, pembinan Tk 1, IV/b mencalonkan diri pada pilkada karena telah mendapatlkan hak pensiun dini secara resmi dari pemerintah.
''Saya lepaskan atribut sebagai PNS karena, saya merasa optimis akan sukses dalam dunia politik. Karir PNS rela saya pertaruhkan demi keinginan untuk membangun kabupaten Abdya di masa mendatang,'' Demian Muazam
Pewarta: Pewarta : SuprianUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.